Tommy Sugiarto Kalah, Wakil Indonesia Habis sebelum Semifinal

Tommy Sugiarto. (Photo by STR / AFP)

Guangzhou: Tommy Sugiarto kalah dari Kento Momota pada laga ketiga Grup B World Tour Finals 2018, Jumat 14 Desember. Tren negatif ini langsung membuat Tommy tersingkir dari turnamen.

Momota menang atas Tommy dengan skor telak, 21-14 dan 21-8. Pebulu tangkis tunggal putra Jepang itu tidak menemui kesulitan khusus dan bisa menutup laga dalam tempo 35 menit.

Salip menyalip poin hanya terjadi pada awal game pertama. Setelah itu, Tommy gagal memberikan perlawanan dengan baik hingga berakhirnya game kedua.

Klik: Pelatih Bicara Kans Marcus/Kevin ke Semifinal

Momota bukan lawan mudah karena berstatus tunggal putra terbaik dunia. Di sisi lain, Tommy hanya penghuni urutan 10. Catatan pertemuan menyebutkan, Momota juga masih unggul 5-3 atas Tommy.

Hasil laga ketiga membuat Momota meraih tiket semifinal sebagai juara Grup B. Di bawahnya, terdapat Sameer Verna asal India yang menjadi runner up.

Dengan kekalahan Tommy, artinya Indonesia tidak memiliki wakil lagi di ajang World Tour Finals 2018. Sebab, lima wakil lainnya juga kalah pada laga ketiga fase grup. 

(KAU)

Kata Hafiz/Gloria Usai Kandaskan Unggulan Jepang

Guangzhou: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di luar dugaan sukses mengandaskan unggulan ketiga asal Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino pada pertandingan pertama Grup B ganda campuran World Tour Finals 2018, Rabu 12 Desember.

Hafiz/Gloria berhasil mengatasi perlawanan Watanabe/Higashino dengan skor 18-21, 21-16, dan 18-21. Sebetulnya Hafiz/Gloria punya peluang menang dua game langsung saat sudah mengamankan game pertama, dan unggul 15-10 di game kedua. 

Namun Watanabe/Higashino mulai menyusul perolehan angka dan mengambil alih permainan. Di game penentuan, Hafiz/Gloria yang tertinggal 16-18 mampu membalikkan keadaan dan akhirnya memenangkan game ketiga.

“Di game pertama, kami mainnya tenang, yakin, usahakan komunikasi sama partner bagus. Kami sudah mempelajari lawan, sudah tahu cara mainnya, tinggal terapkan di lapangan. Karena kami tenang, jadi lebih enak mainnya,” ujar Hafiz di situs resmi PBSI.

“Bola di sini berat, mereka tidak bisa begitu saja mematikan kami dan kami pun sebaliknya. Tadi adu kuat dan jaga fokusnya. Di game kedua kami sudah unggul 15-10 tiba-tiba bingung, dan tersusul lawan karena kami terbawa irama permainan lawan yang lambat,” tambah Gloria.

Kemenangan ini menjadi bekal bagi Hafiz/Gloria dalam menjalani dua pertandingan lainnya demi tiket semifinal. Di pertandingan selanjutnya, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia, sebelum ditantang Wang Yilyu/Huang Dongping asal Tiongkok.

“Kami sudah punya modal dengan kemenangan ini, kami harus tingkatkan penampilan kami dan evaluasi kekalahan di game kedua tadi. Usahakan jangan sampai terulang lagi, di World Tour Finals, semua pertandingan itu seperti babak final, jangan sampai lengah, satu poin itu sangat berharga sekali. Kuncinya tenang dan yakin sama permainan kami,” pungkas Hafiz.

(REN)

PBSI Percaya pada Pemain Muda

Jakarta: Mencari sosok seperti Liliyana Natsir memang tidak mudah. Namun Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tidak mengambil pusing, lantaran sudah banyak pemain muda yang berprestasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, ditemui di GOR Soemantri, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember 2018. Dia menyebutkan nama pemain ganda campuran yang mampu meneruskan prestasi Liliyana pada turnamen besar. 

“Saat ini ada beberapa pelapis yang lumayan, seperti Gloria-Hafiz, Ronald-Annisa, dan juga yang juara dunia junior tahun lalu, ada Rinof dan Vita,” ujar Susy. 

Baca juga: Lima Wakil Indonesia Jadi Nominator di Penghargaan BWF

Namun demikian, Susy tidak memungkiri jika prestasi Liliyana-Tantowi masih yang terbaik sejauh ini. Tapi Susy percaya generasi penerus di bawah Liliyana bisa berkembang lebih baik dan akan menghasilkan keuntungan yang besar untuk jangka panjang. 

“Beberapa atlet muda kita sudah menunjukkan kematangan,” ucapnya. 

Butet, sapaan Liliyana mengumumkan pensiun dari bulutangkis karena faktor usia. Indonesia Masters 2019 akan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Tantowi Ahmad, alias Owi.

Video: Nominasi BWF Player of the Year 2018

Target Anthony Ginting pada BWF World Tour Finals 2018

Jakarta: Pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, ditargetkan bisa lolos sampai semifinal turnamen BWF World Tour Finals 2018. Hal tersebut disampaikan pelatih sektor tunggal putra, Hendry Saputra.

Turnamen BWF World Tour Finals tahun ini bakal diselenggarakan pada 12 hingga 16 Desember 2018. Kota Guangzhou, Tiongkok, menjadi tuan rumah turnamen akbar Bulutangkis dunia tersebut.

Indonesia sendiri memiliki enam wakil yang lolos kualifikasi untuk turnamen tersebut. Mereka adalah Tommy Sugiarto, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), serta Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Baca: Tim Karate Inkanas Ikuti Kejuaraan Internasional di Shanghai

“Target kami tentu saja semua atlet dapat bermain dengan sebaik mungkin dengan prestasi terbaik. Kami berharap bisa masuk semifinal,” kata Hendry pada Selasa (4/12/2018) dikutip ANTARA.

Beberapa pebulutangkis bintang dari sektor tunggal putra dipastikan absen pada BWF World Tour Finals tahun ini. Di antaranya ialah Lin Dan (Tiongkok), Viktor Axelsen (Denmark) dan Chen Long (Tiongkok).

Kendati demikian, hal tersebut bukan semata-mata yang membuat Hendry optimis Anthony bakal melaju sampai semifinal. Dengan persiapan intensif, tunggal putra urutan ketujuh dunia itu diyakini meraih hasil maksimal.

“Rencananya, kami akan berangkat ke Tiongkok. Anthony masih terus latihan sekaligus mempersiapkan fisik dan stamina, sehingga bisa tampil maksimal saat pertandingan,” ujar Hendry.

“Meskipun mereka (Lin Dan, Axelsen dan Chen Long) tidak ada, tetap tidak ada pengaruhnya bagi Anthony. Sama saja, yang penting kita harus tetap optimistis kalau kita bisa tampil secara maksimal,” lanjut dia.

Anthony sendiri memang punya modal BWF World Tour Finals 2018. Ia menjuarai Victor China Open 2018 September lalu, usai mengalahkan tunggal putra urutan pertama dunia, Kento Momota, di partai final. (ANT)

(FIR)

Hasil Final Turnamen Badminton Antarmedia PLN CUP 2018

Jakarta: Tim Net TV berhasil menjadi juara pada Turnamen Badminton Antarmedia PLN CUP 2018. Mereka sukses menaklukkan tim TVRI pada babak final digelar di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta, Sabtu 1 Desember. Sementara tim badminton Petro Energy dan Metro TV 1 harus puas di tempat ketiga dan keempat dalam turnamen berhadiah total Rp25,5 juta tersebut. 

Turnamen yang diikuti sebanyak 22 tim dari media di Jakarta itu berlangsung pada 24-25 November dan 1-2 Desember 2018. 

Turnamen Badminton PLN Cup 2018 merupakan kejuaraan badminton antarmedia yang pertama kali digelar oleh PLN. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, 24-25 November dan 1-2 Desember 2018 dan diikuti oleh 22 tim.

Baca: Lorenzo Naik Meja Operasi Lagi 

“Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi antara kawan-kawan media yang semoga nanti hasilnya semakin kompak di lapangan dalam menyampaikan informasi. Ini juga sebagai bentuk sinergi antara teman teman media dan PLN,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda di sela penutupan Turnamen Badminton Antarmedia PLN Cup 2018 di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta Selatan, kemarin. 

Dia menambahkan PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga berkontribusi terhadap pengembangan olahraga nasional. Hal ini dibuktikan dengan dukungan terhadap pengembangan klub bulu tangkis dan bola voli. 

Ketua panitia PLN Cup 2018, Rakhmat Hadi Sucipto mengatakan, melalui kegiatan ini media diajak serius berkompetisi sekaligus menjalin keakraban dan networking antarjurnalis. Selain itu, juga hubungan PLN dan media terjalin lebih baik lagi.

Baca: Diterkam Raptors, Cavaliers Makin Terpuruk

“Semoga ke depan kegiatan ini bisa berlanjut dan semakin baik lagi,” katanya.

PLN Cup 2018 memberikan hadiah yang cukup besar bagi para pemenang. Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, juara tiga Rp5 juta, dan juara empat Rp2,5 juta. Sementara itu, Medcom.id yang juga turut berpartisipasi tersandung oleh TVRI di perempat final lantaran kalah 0-2.

Video: Kontingen Banten Juara Umum Kejurnas Muay Thai

(RIZ)

Indonesia Kirim Dua Wakil ke Semifinal Korea Masters 2018

Gwangju: Para pebulu tangkis Indonesia makin berguguran pada perempat final Korea Masters 2018, Jumat 30 November. Terhitung dari tujuh wakil yang turun, hanya dua saja yang lolos ke semifinal.
 
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi wakil Indonesia pertama yang lolos ke semifinal. Tren positif itu mereka raih setelah manaklukkan ganda campuran Korea Selatan, Kim Won Ho/Baek Ha Na.

Klik: Tunggal Putri Indonesia Habis di Perempat Final
 
Meski berstatus sebagai unggulan pertama, Praveen/Melati tetap harus bersusah payah untuk menaklukkan Kim/Baek. Sebab, laga baru selesai dalam tempo sejam ketika ditutup dengan skor, 19-21, 21-17 dan 21-18.
 
Satu tiket semifinal lainnya direbut Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto yang tampil di nomor ganda putri. Tren positif itu mereka raih setelah mengalahkan Go Ah Ra/Yoo Chae Ran yang juga berasal dari Korea Selatan.  

Klik: Praveen/Melati Susah Payah Tembus Semifinal
 
Tidak ada kesulitan khusus bagi Yulfira/Jauza untuk menghentikan perlawanan Go/Yoo. Keduanya hanya butuh waktu 44 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-15 dan 21-17.
 
Selain Praveen/Melati dan Yulfira/Jauza tidak ada wakil Indonesia lainnya yang lolos ke semifinal. Berikut hasil lengkapnya:
 
Hasil lengkap wakil Indonesia di perempat final Korea Masters 2018:
 
Tunggal Putra
Son Wan Ho (Korea Selatan)
      vs     16-21, 21-17 dan 21-13
Ihsan Maulana Mustofa [kalah]
 
Lee Zii Jia (Malaysia)      
         vs        21-14 dan 21-13        
Shesar Hiren Rhustavito [kalah]
 
Ganda Putra
Kim Sa Rang/Tan Boon Heong     (Korsel/Malaysia)
        vs        21-16 dan 21-17
Berry Angriawan/Hardianto [kalah]
 
Ganda Putri
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto [menang]
    vs       21-15 dan 21-17
Go Ah Ra/Yoo Chae Ran (Korea Selatan)
 
Tunggal Putri
Li Xuerui              (Tiongkok)
   vs        21-14 dan 21-12
Fitriani [kalah]
 
Ganda Campuran
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti [menang]
          vs       19-21, 21-17 dan 21-18
Kim Won Ho/Baek Ha Na [Korea Selatan]
 
Ko Sung Hyun/Eom Hye Won (Korea Selatan       
          vs        21-15 dan 21-16
Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow [kalah]

(KAU)

Praveen/Melati Menang Mudah di Babak Pertama Korea Masters 2018

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, melaju ke putaran dua Korea Masters 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan Chang Ko-Khi/Cheng Chi Ya pada laga pertama, Selasa 27 November.

Tidak ada kesulitan khusus bagi Praveen/Melati untuk menaklukkan Chang/Cheng yang berasal dari Taiwan. Keduanya hanya butuh waktu 26 menit untuk menutup laga dengan skor 21-17 dan 21-14. 

Ketika memainkan game pertama, Chang/Cheng selalu gagal menyalip raihan poin Praveen/Melati. Sedikit perlawanan baru diberikan pada game kedua karena kedua pasangan bersaing sengit berebut poin awal. 

Klik: Indonesia Masters 2019 jadi Turnamen Terakhir Liliyana Natsir

Meski begitu, Praveen/Melati langsung mendominasi permainan setelah kedudukan imbang, 7-7. Saat itu, Chang/Cheng sering melakukan kesalahan sendiri dan pertandingan pun bisa selesai lebih cepat. 

Nova Widianto selaku pelatih ganda campuran Indonesia turut mengapresiasi kemenangan Praveen/Melati. Ia berharap, Praveen/Melati mampu tampil konsisten hingga merebut gelar juara Korea Masters 2018.

“Praveen/Melati punya kualitas. Hanya saja, mereka terkendala fokus permainan saat berhadapan dengan lawan di lapangan,” kata Nova seperti dikutip Antara.

Klik: Atlet Senam Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Jerman

Selanjutnya, pada putaran kedua, Praveen/Melati sudah ditunggu Lee Fang-Chih/Sung Shou Yun yang juga berasal dari Taiwan. Pertandingannya dijadwalkan berlangsung pada Kamis 29 November mendatang.

Selain Praveen/Melati, masih ada tiga ganda campuran Indonesia lainnya yang baru memainkan babak pertamanya pada Rabu 28 November. Mereka semua adalah Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

(KAU)

22 Tim Ramaikan Turnamen Badminton Antarmedia PLN Cup 2018

Jakarta: Sebanyak 22 tim mengikuti Turnamen Badminton Antarmedia PLN Cup 2018. Turnamen yang didukung oleh PT PLN (Persero) tersebut dibuka oleh Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali.

PLN Cup 2018 merupakan turnamen badminton antarmedia yang pertama kali digelar oleh PLN. Rencananya, kegiatan ini bakal bergulir di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan selama empat hari, yakni 24-25 November dan 1-2 Desember 2018.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan bisa lebih akrab dan bersatu di Corporate University PLN (GOR Pusdiklat Ragunan),” kata Muhamad Ali di sela-sela pembukaan PLN Cup 2018. 

Klik: Jadwal Wakil Indonesia pada Semifinal Kejuaraan Bulutangkis India 2018

Melalui kegiatan ini, lanjut Ali, para jurnalis menjadi lebih sehat dan  segar dalam bekerja. Sebab, para jurnalis dituntut lebih kreatif untuk menyambut tantangan di masa mendatang. Menurut dia, kreativitas bisa dicapai ketika tubuh dalam kondisi bugar.

“Kami berharap semua bisa berjalan dengan baik sesuai kaidah-kaidah olahraga yaitu sportivitas. Kami berharap semua bergembira menikmati kegiatan ini,” katanya.

Klik: Januari 2019, Indonesia Masters Siap Digelar

Ketua panitia PLN Cup 2018, Rakhmat Hadi Sucipto, mengatakan para awak media tidak hanya diminta serius berkompetisi dalam turnamen ini. Dia mengajak semua peserta menjalin keakraban dan membangun jaringan, serta agar hubungan PLN dan media terjalin lebih baik lagi.

“Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan semakin baik lagi ke depannya,” harap Rakhmat.
 
PLN Cup 2018 menawarkan hadiah cukup besar bagi para pemenang. Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, juara tiga Rp5 juta, dan juara empat Rp2,5 juta. Sementara ini, Medcom.id sedang berada di atas angin karena menang atas TVOne dengan skor, 2-1. (RO)

(RIZ)

Kejurnas jadi Penilaian Terakhir Promosi-Degradasi PBSI

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

Jakarta: Kejuaraan Nasional PBSI akan digelar di Jakarta pada 18 hingga 22 Desember mendatang. Bagi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti, Kejurnas menjadi seleksi terakhir promosi-degradasi PBSI.

Kejurnas tahun genap ini akan dibagi menjadi dua bagian yaitu divisi I dan divisi II. Ada tiga ketentuan peserta yang masuk ke divisi I, yaitu mereka yang memiliki kontribusi besar dalam mengirim atlet ke Pelatnas PBSI seperti provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Sementara itu, pada tahun genap ini juga, Kejurnas kelas dewasa akan memainkan nomor beregu campuran yang memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Sementara kelas taruna memainkan nomor perorangan.

Kelas taruna juga menjadi salah satu tempat ujian para atlet muda serta untuk meninjau hasil pembinaan bibit-bibit muda di klub. Karena mereka lah yang akan menjadi generasi penerus di masa datang.

“Kami akan memulangkan semua atlet ke klub menjelang kejurnas. Akan ada pemanggilan lagi setelah kejurnas, mungkin awal tahun depan akan diumumkan daftar promosi dan degradasi,” ujar Susy seperti rilis yang diterima dari Humas PBSI. 

Pada Kejurnas dua tahun lalu, Kejurnas PBSI 2016 dilangsungkan di Solo, Jawa Tengah. Ketika itu, PB Djarum Kudus menjadi jawara dengan mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-0. 

Atlet David Jacobs Raih Tiket ke Paralimpiade

(PAT)

Atasi Perlawanan Wakil Jepang, Marcus/Kevin Pecahkan Rekor

Kowloon: Marcus/Kevin memastikan titel ganda putra Hong Kong Open 2018 setelah mengalahkan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Pasangan yang dijuluki The Minions itu menang lewat straight game 21-13 dan 21-12.

Minions memperagakan permainan dengan tempo cepat dan smes-smes keras. Kombinasi keduanya mampu membawa Marcus/Kevin mengatasi perlawanan Kamura/Sonoda dalam 35 menit.

Permainan dengan tempo cepat diperagakan di game pertama. Marcus/Kevin melancarkan serangan-serangan yang Kamura/Sonoda bertahan dan melakukan kesalahan sendiri. Alhasil Marcus/Kevin unggul 11-7 pada interval.

Setelah interval, Marcus/Kevin masih dominan dan lebih sering menyerang. Hal ini terbukti efektif untuk menembus pertahan Kamura/Sonoda sehingga Minions menang 21-13 di game pertama.

Baca juga: Indonesia Kunci Satu Gelar pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018

Pada game kedua, Minions masih tampil dominan. Beberapa smes yang mereka lancarkan tak mampu dikembalikan Kamura/Sonoda. Hasilnya mereka mampu memimpin 11-6 pada interval.

Selepas interval, Marcus/Kevin bisa mempertahankan tempo permainan cepat. Hal ini terbukti ampuh untuk mendulang angka karena Minions menang 21-12 atas Kamura/Sonoda.

Kemenangan ini sekaligus membuat Minions memecahkan rekor gelar ganda putra dalam setahun yang sebelumnya mereka pegang. Mereka memenangkan delapan gelar tur dunia tahun 2018, sembilan jika ditambah emas Asian Games 2018.

Video: Kevin/Marcus Melaju ke Final Hong Kong Terbuka

Dua Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Perempat Final Hong Kong Open 2018

Praveen Jordan (kiri) bersama partnernya Melati Daeva Oktavianti (dok. PBSI)

Kowloon: Dua wakil ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengalahkan lawannya masing-masing pada babak kedua Hong Kong Open 2018, Kamis 15 November. Dengan begitu, mereka berhak ke perempat final.

Praveen/Melati sukses menyingkirkan wakil Malaysia yang menjadi unggulan kedelapan di turnamen ini, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai. Mereka menang dua game langsung dengan skor, 21-14 dan 21-16.

Baca juga: Singkirkan Ginting, Jojo Berpeluang Tantang Kento Momota

Sementara itu, Hafiz/Gloria menyingkirkan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan ketiga, yakni Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Pertandingan baru selesai lewat rubber game dengan skor, 21-16, 14-21 dan 21-15.

Selanjutnya, Praveen/Melati akan kembali menghadapi lawan tangguh pada perempat final, Jumat 16 November mendatang. Mereka ditunggu Wang Yilyu/Juang Dongping asal Tiongkok yang merupakan unggulan kedua.

Di sisi lain, Hafiz/Gloria akan meladeni perlawanan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda campuran Thailand itu lolos ke perempat final setelah menaklukkan pasangan suami istri asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor, 23-21 dan 21-12.

Video: Mercedes Rayakan Gelar Juara

(KAU)

Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018

Toronto: Tim Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada nomor beregu BWF World Junior Championships 2018. Hasil ini dipastikan usai Indonesia kalah 1-3 dari Korea pada babak semifinal di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti pun menilai perjuangan para atlet sudah cukup maksimal.

“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa. Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan nggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” ujar Susy dilansir badmintonindonesia.org.

Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk tim saat berhadapan dengan Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah 18-21, 21-16 dan 17-21. Indonesia pun tertinggal 0-1.

Baca: Daftar Juara Fuzhou China Open 2018

Pada partai kedua, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani. Sektor tunggal putri ini memang memiliki peluang imbang dengan lawannya Park Ga Eun. Sayang, akhirnya Putri belum mampu memaksimalkan penampilannya dan harus kalah dua game langsung,18-21 dan 18-21.

“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan tidak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” lanjut Susy.

Tertinggal 0-2 dari Korea, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay kemudian mencoba membuka jalan buat Indonesia. Ia mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14.

Sayang setelah kedudukan 1-3, ganda putri Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma tak berhasil menang untuk menyamakan kedudukan. Ribka/Febriana kalah dalam 46 menit atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.

Partai final beregu mempertemukan Korea dengan Tiongkok. Tiongkok kemudian keluar sebagai juara usai menundukkan Korea, 3-1. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur

(ASM)

Dua Ganda Putra Indonesia Melenggang ke Semifinal

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Humas PBSI)

Fuzhou: Dua ganda putra Indonesia melenggang ke semifinal China Open 2018. Kedua ganda putra tersebut adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Marcus/Kevin berhadapan dengan wakil Denmark, Kim Asturp/Andres Skaarup Rasmussen. Unggulan pertama ini menang dengan dua game langsung.

Pada game pertama, Marcus/Kevin sempat mendapatkan perlawanan dari Asturp/Rasmussen. Meski demikian, Marcus/Kevin masih mampu menyelesaikan game pertama dengan 22-20.

Memasuki game kedua, kejar mengejar angka kembali dilakukan kedua pasangan. Tapi selepas poin sama 16-16, Marcus/Kevin berhasil melepaskan kejaran dengan menang 21-7.

Tiket ke empat besar juga didapat Ahsan/Hendra ketika menghadapi ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ahsan/Hendra menang lewat pertarungan tiga game 21-11 16-21 21-12.

Lolos ke semifinal, Ahsan/Hendra akan melawan dari salah satu ganda putra Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang yang sedang berhadapan dengan Li Junhui/Liu Yuchen. Sementara Marcus/Kevin menunggu pemenang antara Lui Cheng/Zhang Nan dengan Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan.

Dengan demikian, Indonesia hanya menyisakan Ahsan/Hendra dan Marcus/Kevin yang melenggang ke empat besar. Sementara empat wakil dipastikan gugur. Mereka adalah, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Anthony Ginting, Praveen Jordan/Melatih Daeva Oktavianti, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sembuh dari Kanker, Lee Chong Wei Bidik Olimpiade 2020

(ACF)

Marcus/Kevin Susul Owi/Butet ke Babak 16 Besar

Fuzhou: Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melaju ke putaran kedua China Open 2018 usai meraih kemenangan atas wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang, Selasa 6 November. Pasangan berjuluk Duo Minions itu menyusul langkah ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang duluan mencapai babak 16 besar tersebut.

Marcus/Kevin menyabet kemenangan lewat straight game 21-13, 21-16. Hanya butuh waktu 25 menit bagi ganda putra peringkat pertama dunia tersebut untuk menyudahi perlawanan Jhe-Huei/Yang.

Ini menjadi pertemuan kedelapan bagi Marcus/Kevin dan Jhe-Huei/Yang. Marcus Kevin jauh mengungguli Jhe-Huei/Yang dengan enam kemenangan dari delapan kali pertemuan tersebut.

Baca: Dendam Terbalaskan, Tontowi/Liliyana ke Babak Dua

Di babak 16 besar nanti, Marcus/Kevin sudah ditunggu wakil Korea Selatan, Min-Hyuk Kang/Kim Won-Ho. Ini menjadi pertemuan perdana kedua pasangan.

Sementara itu, Owi/Butet lebih dulu mendaki babak 16 besar setelah berhasil mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai lewat straight game dengan skor 21-17, 21-19. Ganda campuran veteran Indonesia itu selanjutnya akan bertemu wakil Korea Selatan juga, yaitu Hwi Tae-Kim/Kim Hye-Jeong.

Namun sayangnya, sembilan wakil Indonesia lainnya yang terbagi atas tiga sektor harus terhenti di babak 32 besar. Mereka adalah yang berjuang di sektor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putri.

Dari ganda putra, ada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Berry Angriawan/Hardianto. Fajar/Rian yang merupakan unggulan kedelapan harus takluk oleh Liao Min Chun/Su Ching Heng dari Taiwan.

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktaviana Kandow dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dari ganda campuran juga bernasib sama. Lalu, Yulia Yosephin Susanto yang seorang diri bermain dari sektor tunggal putri hari ini juga terhenti di putaran pertama.

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Persiapan Singkat Jelang Turnamen, Ini Kiat-kiat Ala Jojo

Fuzhou: Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, tengah bersiap untuk turun pada turnamen China Open 2018. Namun, waktu persiapannya terbilang singkat.

Seperti diketahui, pemain-pemain elite Indonesia baru saja dikuras pada dua turnamen Eropa teranyar, yakni Denmark Open 2018 dan French Open 2018. Mereka hanya punya waktu kurang dari sepekan untuk latihan menghadapi China Open 2018.

Bagi Jojo-sapaan akrab Jonatan-dalam waktu singkat ini yang terpenting adalah menjaga pola makan sehat. Ia mengaku belum bisa makan seperti biasa saat jeda antar turnamen.

Baca: Target Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2018

“Saya rasa semua pemain mengalami, bukan hanya kami, semua pemain negara lain juga merasakan ini. Main dengan perbedaan waktu dan persiapan kurang dari seminggu. Kami harus pintar-pintar jaga dari pola makan dan istirahat,” kata Jonatan dikutip Humas PBSI.

“Makan juga jangan bebas dulu, dua minggu di turnamen Eropa kan makannya sudah dijaga, biasanya habis turnamen kalau ada libur satu dua hari makannya agak bebas, sekarang mungkin tetap dijaga makannya seperti waktu lagi ikut turnamen,” sambung pemain yang akrab disapa Jojo tersebut.

Berdasarkan hasil undian, Jojo dan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting, berpeluang melakoni ‘perang saudara’ jika keduanya mampu melewati putaran pertama. Jojo harus mengalahkan wakil India, Prannoy H. S, sementara Anthony ditunggu wakil tuan rumah, Qiao Bin.

“Anthony harus belajar dari penampilan dia pada dua turnamen terakhir. Waktu di Denmark Open, permainannya sudah terbaca oleh (Kento) Momota, di game ketiga dia terbawa permainan Momota. Sedangkan di French Open, saat serangannya tak berhasil menembus Kantaphon (Wangcharoen), Anthony masih ada keraguan, dan akhirnya dia tidak sabar, di bawah tekanan dan melakukan kesalahan sendiri,” kata Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI yang mendampingi tim tunggal putra di Fuzhou, Irwansyah.

“Jojo ada peningkatan dari dua turnamen Eropa. Sekarang dia harus bisa memanfaatkan kesempatan, harus lebih berani menekan dari awal. Jojo harus lebih belajar bagaimana mengeluarkan kemampuan dia dan kapan untuk tahan dulu,” lanjut dia.

Putaran pertama China Open 2018 akan mulai digelar pada Selasa 6 November besok. Turnamen ini akan berlangsung hingga babak final pada akhir pekan, Minggu 11 November.

(ACF)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Indonesia Kirim Dua Wakil ke Semifinal Macau Open 2018

Firman Abdul Kholik. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Macau City: Para pebulu tangkis Indonesia kembali berguguran pada perempat final Macau Open 2018, Jumat 2 November. Beruntung, masih ada dua wakilnya yang berhasil lolos ke semifinal.

Wakil Indonesia yang ke semifinal berasal dari nomor ganda campuran yang dimainkan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow. Sedangkan satu wakil lainnya dari ganda putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto.

Klik: Laga di Manchester, Pertarungan Terbesar dalam Karier Daud Yordan

Akbar/Winny berhasil melewati perempat final setelah bertanding sengit kontra wakil Hong Kong, Mak Hee Chun/Yeung Nga Ting. Meski menang dua game, Akbar/Winny nyaris kehilangan game pertama.

Khusus nomor ganda putri, sejatinya Indonesia sudah menyegel satu tiket semifinal sebelum fase perempat final itu dimainkan. Sebab, Yulfira/Jauza berhadapan dengan lawan yang juga berasal dari Tanah Air, yakni Winny Oktavina Kandow/Virni Putri. 

Klik: Fitriani Hanya Bertahan Hingga Perempat Final

Meski bertanding dengan lawan yang sering berlatih bersama, jalannya pertandingan tetap sengit. Mereka tetap mengerahkan kemampuan terbaik sebelum akhirnya Yulfira/Jauza menutup laga dalam tempo 48 menit.

Terdapat enam wakil Indonesia yang tampil di perempat final. Namun, empat lainnya harus gugur, tak terkecuali Firman Abdul Kholik yang merupakan tunggal putra harapan tim Merah Putih.

Hasil lengkap wakil Indonesia di perempat final Macau Open 2018:

Tunggal Putra
– Sitthikom Thammasin (Thailand) vs Firman Abdul Kholik: 25-23 dan 21-10 (Indonesia kalah)

Tunggal  Putri
– Ayumi Mine (Jepang) vs Lyanny Alessandra Mainaky: 21-10, 17-21 dan 21-10 (Indonesia kalah)
 
Ganda Putri
– Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto vs Winny Oktavina Kandow/Virni Putri: 23-21 dan 21-10 (Indonesia menang)

Ganda Campuran
– Hoo Pang Ron/Cheah Yee See  vs Ronald/Annisa Saufika: 21-16 dan 21-6 (Indonesia kalah)
 
– Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Mak Hee Chun/Yeung Nga Ting (Hong Kong): 22-20 dan 21-16 (Indonesia menang)
 
– Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) vs Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami: 21-19 dan 21-12 (Indonesia kalah)

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Susy Susanti Ingin Marcus/Kevin Tampil Lebih Tenang

Jakarta: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal mempersembahkan gelar juara untuk Indonesia di ajang French Open 2018. Itu terjadi karena mereka kalah di final oleh wakil tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong dengan skor ketat 21-23, 21-8 dan 17-21.

Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI turut angkat suara terhadap performa Marcus/Kevin. Tapi, bukan terkait pencapaian di French Open saja, melainkan juga di perhelatan Denmark Open 2018.

Berbeda dengan di French Open, Marcus/Kevin malah mampu menang mudah di final Denmark Open. Saat itu, mereka sukses menaklukkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda asal Jepang dalam tempo 36 menit dengan skor, 21-15 dan 21-16.

Klik: Evaluasi Pelatih atas Kegagalan Marcus/Kevin di Prancis

Menurut Susy, tiap negara punya karakter permainan yang berbeda, khususnya Jepang dan Tiongkok. Oleh karena itu, dia berharap ke depannya agar Marcus/Kevin bisa  lebih tenang ketika berhadapan dengan wakil Tiongkok seperti Han/Zhou.

“Untuk Marcus/Kevin di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi,” kata Susy seperti dikutip dari rilis Humas PBSI.

“Terutama ketika menghadapi pasangan Tiongkok yang tiap pertemuannya selalu ramai,” tambah dia.

Klik: Hamilton Merasa Aneh Bisa Juara Dunia Lima Kali

Meski hanya Marcus/Kevin yang terlihat menonjol di tim bulu tangkis Indonesia, Susy tetap mengapresiasi perjuangan pemain lain yang belum bisa mempersembahkan prestasi terbaik di Denmark Open maupun French Open. Ia berharap para pemain lain juga mau bekerja lebih keras lagi

“Khususnya, bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi,” pungkas legenda  tunggal putri Indonesia tersebut.

Setelah perhelatan French Open 2018, tim bulu tangkis Indonesia hanya punya waktu seminggu untuk beristirahat. Sebab, mereka sudah langsung ditunggu ajang Fuzhou China Open 2018 dan Hong Kong Open 2018. 

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Evaluasi Pelatih atas Kegagalan Marcus/Kevin di Prancis

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Humas PBSI)

Paris: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus puas menjadi runner up di ajang French Open 2018 pada pekan lalu. Itu terjadi karena mereka kalah di final.

Kevin/Marcus yang berstatus sebagai ganda putra terbaik Indonesia kalah di final oleh wakil Tiongkok,  Han Chengkai/Zhou Haodong. Keduanya menyerah dengan skor 21-23, 21-8 dan 17-21.

Kevin/Marcus berpeluang besar memenangkan game pertama karena sempat unggul saat kedudukan 20-18. Tapi, keduanya malah kurang konsentrasi hingga akhirnya bisa disusul oleh Han/Zhou.

Klik: Momen Krusial Hamilton

Aryono Miranat selaku pelatih ganda putra Indonesia sangat menyayangkan atas hasil negatif yang dialami Marcus/Kevin. Sebab, dua anak asuhnya itu nyaris menang pada game pertama.

“Pada game pertama, Kevin/Marcus bermain terlalu terburu buru. Mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama pada poin-poin akhir. Sedangkan, lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive),” papar Aryono.  

Klik: Sebastian Vettel Masih Penasaran dengan Hamilton

Ketika memainkan game kedua, lanjut Aryono, Marcus/Kevin tampil sangat baik dan bisa mengontrol pukulan-pukulan yang dilepaskan. Tapi, lawan malah mengajak bermain cepat lagi ketika game ketiga. 

“Lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik pada game ketiga. Situasi itu memaksa Marcus/Kevin pun selalu dalam posisi bertahan,” tambahnya.

Kegagalan di Prancis belum berpengaruh terhadap ranking satu dunia milik Marcus/Kevin. Terlebih lagi, keduanya juga sempat menjuarai ajang Denmark Open 2018 sebelum berangkat ke Prancis. (RO)

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Menyerah Dari Wakil Tiongkok, Marcus/Kevin Gagal Juara di French Open 2018

Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya gagal menjadi juara French Open 2018 (Foto: DOK PBSI)

Paris: Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal meraih gelar di French Open 2018. Unggulan pertama turnamen itu harus kandas di tangan pasangan Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong lewat rubber game 21-23, 21-8, 17-21 di babak final, Minggu 28 Oktober.

Marcus/Kevin merasakan kesulitan meladeni permainan Han/Zhou sejak game pertama. Mereka bahkan harus tertinggal 10-11 di interval pertama dari Han/Zhou.

Penampilan meyakinkan sempat ditunjukkan Marcus/Kevin usai interval pertama. Mereka sempat unggul 15-12. Namun, Han/Zhou terus memberikan perlawanan dan mampu mengejar raihan poin  Marcus/Kevin.

Bahkan, keduanya harus menentukan kemenangan pada game pertama lewat deuce setelah skor 19-19. Pada momen itu, Han/Zhou mampu menaklukkan Marcus/Kevin dengan skor 23-21.

Marcus/Kevin berupaya bangkit pada game kedua. Alhasil, mereka sukses tampil dominan dan mampu menang dengan sbobet indonesia skor 21-8.

Namun, perlawanan sengit kembali dialami Marcus/Kevin pada game ketiga. Mereka harus bertarung hingga skor 11-11. Hingga akhirnya, Han/Zhou mampu membuat Marcus/Kevin menyerah dengan skor 17-21.

Kekalahan ini membuat Marcus/Kevin harus puas menjadi runner-up French Open 2018. Ini juga merupakan kekalahan kedua secara beruntun mereka dari Han/Zhou di sepanjang karier.

Video: Atlet Atletik Tur di Masjidil Haram

(PAT)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Marcus/Kevin Siap Lebih Lelah di Final

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: Humas PBSI)

Paris: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju ke final French Open 2018. Kesempatan itu diakui keduanya bakal dimanfaatkan dengan baik untuk menyabet gelar juara.

Marcus/Kevin memastikan tiket final ganda putra setelah menaklukkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty pada semifinal, Sabtu 27 Oktober. Pertandingannya sempat berlangsung seru selama 42 menit sebelum akhirnya ditutup dengan skor, 21-12 dan 26-24.

“Kami senang bisa ke final. Permainan lawan beda sekali saat game kedua. Mungkin mereka tegang pada game pertama sehingga mainnya tidak nyaman,” kata Marcus mengomentari laga semifinal.

“Lawan mempercepat permainan pada game kedua. Selain itu, pertahanan mereka juga jadi lebih rapat,” timpal Kevin.

Klik: Greysia/Apriyani Gugur di Semifinal

Selanjutnya pada final, Minggu 28 Oktober, Marcus/Kevin sudah ditunggu wakil Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong. Pertandingan mereka diprediksi berlangsung lebih sengit karena skor pertemuan yang masih imbang, 1-1.

Marcus/Kevin sempat menang lebih dulu atas Han/Zhou saat bentrok di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018. Namun, Han/Zhou bisa membalasnya lewat China Open 2018 pada September lalu. Menariknya, kedua laga tersebut baru bisa selesai lewat rubber game.   

“Kami sudah mengevaluasi penampilan lewat pertemuan sebelumnya. Jadi, kami harus lebih siap lelah dengan kondisi lapangan seperti ini. Kemudian harus tampil lebih agresif juga karena pukulan lawan tidak mudah dimatikan,” ujar Kevin.

“Apalagi, mereka juga pernah mengalahkan kami. Jadi, kami harus lebih siap,” tambahnya.

French Open 2018 menjadi tantangan tersendiri bagi 13 wakil Indonesia yang diturunkan. Kebanyakan dari mereka mengeluh tentang embusan angin di sekitar lapangan dan juga bobot shuttlecock yang dinilai lebih berat. (RO)

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Marcus/Kevin Lolos ke Final French Open 2018

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Humas PBSI)

Paris: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berhasil melaju ke final French Open 2018 pada Sabtu 27 Oktober. Dengan begitu artinya, ada satu wakil Indonesia yang bisa menjaga asa untuk merebut gelar juara.

Sejatinya, Indonesia memiliki dua wakil pada semifinal, Sabtu 27 Oktober. Tapi, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang tampil di nomor ganda putri malah keok dari pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dengan skor, 21-10 dan 21-8.

Marcus/Kevin baru memastikan tiket final setelah menundukkan menundukkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ganda putra terbaik dunia itu hanya butuh waktu 42 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-12 dan 26-24.

Baca: Liliyana Natsir, Paris dan Bulu Tangkis

Seperti tertera pada skor akhir, Marcus/Kevin memang tidak kesulitan untuk merebut game pertama. Pertandingan baru sengit ketika memainkan gane kedua karena terjadi perebutan poin deuce yang cukup alot. Beruntung, Marcus/Kevin mampu tampil lebih konsisten.

Selanjutnya, Marcus/Kevin sudah ditunggu wakil Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong pada fase final, Minggu 28 Oktober. Pertandingannya dipredksi sengit karena skor pertemuan mereka masih imbang 1-1.

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Liliyana Natsir, Paris dan Bulu Tangkis

Paris: French Open 2018 menjadi turnamen Eropa terakhir untuk Liliyana Natsir yang akan gantung raket pada awal tahun depan. Liliyana pun punya kesan tersendiri terhadap Kota Paris yang menjadi salah satu pusat mode dunia tersebut.

Liliyana pernah meraih gelar juara French Open pada 2009, 2014 dan 2017. Beberapa hal yang membuatnya bersemangat tampil di sana karena keindahan kota serta sambutan para suporternya yang hangat. 

“Saya punya kenangan manis di Paris dengan mendapat tiga gelar juara di sini. Saya memang suka tanding di Paris, kotanya indah dan supporternya meriah. Pasti bakal kangen lagi ke Paris,” kata Liliyana lewat rilis Humas PBSI yang diterima Medcom.id.

Klik: Kata Greysia/Apriyani Usai Gagal Menembus Final

Tahun ini, Liliyana yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad hanya bisa menyentuh babak perempat final French Open. Itu terjadi karena keduanya disingkirkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), dengan skor 16-21, 21-16 dan 18-21. Meski begitu, bukan berarti Liliyana tidak akan kembali lagi ke Paris.

“Mungkin suatu saat nanti, saya akan kembali lagi ke Paris. Tapi, bukan bertanding, melainkan untuk jalan-jalan,” lanjut Liliyana.

Klik: Alasan Gregoria Mundur dari French Open

Jelang gantung raket, Liliyana mengaku sempat bersedih menjalani pertandingan-pertandingan terakhirnya. Sebab, rutinitas menjadi pemain bulu tangkis sudah ia geluti dari kecil.

Liliyana Natsir memberi masukan kepada Tontowi Ahmad. (Foto: Medcom.id/Zam)

“Pasti ada rasa sedih dan akan kangen sama teman-teman di bulu tangkis. Kangen sama ngeyelnya Owi, nyebelinnya Owi dan kangen semua juga,” tutur peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut.

Tontowi/Liliyana masih terdaftar sebagai peserta Fuzhou China Open 2018 yang akan berlangsung pekan depan. Besar kemungkinan, turnamen itu bakal menjadi panggung terakhir bagi keduanya. (RO) 

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kata Greysia/Apriyani Usai Gagal Menembus Final

Paris: Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, belum berhasil melangkah ke babak final French Open 2018. Duo Merah Putih tersebut mengaku kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya di semifinal, pada Sabtu 27 Oktober.

Berstatus unggulan keempat turnamen, Greysia/Apriyani harus terhenti di babak semifinal oleh wakil Jepang, Wakana Nagahara/Mayu Matsutomo. Ini merupakan kekalahan kedua Greysia/Apriyani dari Nagahara/Matsutomo dalam dua pertemuan terakhir.

Greysia/Apriyani tunduk lewat straight game degan skor 21-10, 21-8. Hanya butuh waktu 34 menit bagi Nagahara/Matsutomo untuk mengakhiri perlawanan Greysia/Apriyani.

Baca: Greysia/Apriyani Gugur di Semifinal

“Kami banyak tertekan oleh lawan. Kami tidak bisa keluar dari tekanan, kami tidak tampil seratus persen dan memang mereka yang membuat kami tidak bisa mengeluarkan kemampuan kami,” kata Greysia dikutip Humas PBSI.

“Power mereka kencang, pola main mereka juga beda dengan pasangan Jepang lainnya. Tapi menurut saya menghadapi mereka sama sulitnya dengan pasangan yang lain, yang paling menonjol dari mereka adalah mereka kuat,” ujar Apriyani.

“Tentu kami kecewa dengan kekalahan di semifinal lagi, bukan berarti kami menyerah, kami harus evaluasi penampilan kami,” tambah Greysia.

Greysia/Apriyani sejatinya merupakan juara bertahan French Open. Tahun lalu, keduanya memenangkan sektor ganda putri dengan mengalahkan wakil Korea, Lee So Hee/Shin Seung Chan, di babak final lewat skor 21-17, 21-15.

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Daftar Pebulu Tangkis Indonesia di French Open 2018 Hari Ini

Paris: Sebanyak delapan pebulutangkis Indonesia sukses bertahan sampai perempat final French Open 2018 yang akan berlangsung pada Jumat 26 Oktober hari ini. Delapan pebulutangkis tersebut terbagi mewakili keseluruhan kelima sektor.

Sektor ganda putra yang diwakili Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ganda putra peringkat pertama dunia itu akan menghadapi wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Wang Chi Lin. Chen Wang pada babak 16 besar sebelumnya telah menyingkirkan ganda putra Indonesia lainnya, yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Pada court yang sama, ganda putri yang diwakili Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga bakal melanjutkan perjuangan mereka. Greysia/Apriyani harus meladeni perlawanan wakil Denmark, Maiken Fruegaard/Sara Thygesen. Ini bakal menjadi pertemuan ketiga mereka, di mana pada dua pertemuan sebelumnya, Greysia/Apriyani meraih kemenangan.

Ganda campuran senior Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bakal menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Di turnamen ini, Owi/Butet merupakan unggulan ketiga di sektor mereka.

Kemudian, dari sektor tunggal putra dan putri, masih ada Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung. Jojo akan bersua unggulan keenam dari Tiongkok, Chen Long. Sementara itu, Grego harus berjuang melawan unggulan kedua dari Jepang, Akane Yamaguchi.

French Open 2018, Perempat Final, Jumat 26 Oktober 2018

Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (INA) vs (TPE) Chen Hung Ling/Wang Chi Lin

Ganda Putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA) vs (DEN) Maiken Fruegaard/Sara Thygesen

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INA) vs (JPN) Yuta Watanabe/Arisa Higashino

Tunggal Putra: Jonatan Christie (INA) vs (CHN) Chen Long

Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung (INA) vs (JPN) Akane Yamaguchi

(ASM)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Jadwal 8 Wakil Indonesia pada Babak 16 Besar

Jakarta: Ada delapan wakil Indonesia yang akan bertanding pada babak 16 besar French Open 2018. Salah satu di antaranya ganda putra terbaik dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Pasangan yang dijuluki Duo Minion itu sukses melewati rintangan pertama asal Jerman, Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel. Meski bukan unggulan, Lamsfuss/Seidel mampu membuat Marcus/Kevin bermain tiga game.

Pada babak 16 besar, Marcus/Kevin akan berhadapan dengan ganda putra Jepang Hirouki Endo/Yuta Watanabe. Pasangan Negeri Matahari Terbit ini meraih tiket perdelapan final setelah menyingkirkna wakil Belanda, Jacco Arends/Rubens Jille.

Di sektor ganda campuran, ada dua pasangan Indonesia yang akan bertarung pada babak 16 besar. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Sementara dua wakil ganda campuran Indonesia, Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus terhenti pada babak awal. Ricky/Debby dikalahkan pasangan Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, dengan skor 18-21, 18-21. Sedangkan Hafiz/Gloria dihentikan unggulan keempat, Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong).

Dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting berbeda nasib. Jonatan melenggang ke babak 16 besar usai membalas dendam atas wakil India, Sameer Verma. Untuk Ginting, langkahnya dihentikan oleh tunggal putra Thailand, Kantaphon Wangcharoen.

Pertandingan wakil Indonesia di babak 16 besar dimulai dari Marcus/Kevin yang berhadapan dengan ganda Jepang pada pukul 19:45 WIB. 

Berikut jadwal wakil Indonesia di babak 16 besar French Open 2018:
Ganda putri: 
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta vs Gabriella Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria)

Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Jakkampudi Meghaha/Poorvisha Smith (India)

Tunggal putri:
Grogeria Mariska Tunjung vs Mia Blichfeldt (Denmark)

Ganda Putra: 
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Hiruyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang)

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Chen Hung Ling/Wang Chi Lin (Taiwan)

Tunggal putra: 
Jonatan Christie vs Sai Praneeth (India)

Ganda campuran
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Wang Chi-Lin/Lee Chia Hsin

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Wang Yilyu/Huang Dongping

Atlet Atletik Indonesia Jalani Ibadah Umrah

(FIR)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Marcus/Kevin Belum Terbendung

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: AFP/Claus Fisker)

Paris: Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo belum terbendung di ajang French Open 2018. Mereka berhasil lolos ke babak kedua usai mengalahkan wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel.

Marcus/Kevin sempat tertinggal dari Mark/Marvin dengan skor 18-21. Namun, pada dua game selanjutnya, ganda nomor satu dunia mampu menang 21-12 21-14.

Selanjutnya, Marcus/Kevin sudah ditunggu oleh wakil Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Ganda Jepang mampu mengalahkan wakil Belanda, Jacco Arends/Ruben Jille.

Baca: Empat Wakil Indonesia Lewati Babak Pertama French Open 2018

Kontingen Indonesia masih menyisakan empat wakil lagi yang dijadwalkan bertanding hari ini. Sebelumnya, Indonesia berhasil meloloskan empat wakil ke babak kedua.

Mereka yang lolos ialah Gregoria Mariska Tunjung, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Pesona Todd Rivaldo Ferre

(ASM)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tim Bulu Tangkis Indonesia Lanjutkan Perburuan ke Prancis

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: Tesar/Medcom.id)

Paris: Usai sudah perhelatan Denmark Open 2018 pada Minggu 21 Oktober lalu. Kini, tim bulu tangkis Indonesia langsung melanjutkan perburuan gelar juara lewat turnamen French Open 2018 yang berlangsung selama enam hari (23-28 Oktober) di Stade Pierre de Coubertin, Paris.

Berdasar rilis Humas PBSI yang diterima Medcom.id, Indonesia berhasil meraih dua gelar juara pada French Open tahun lalu, yakni lewat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang turun di nomor ganda campuran dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang memainkan nomor ganda putri.

Klik: Target PBSI untuk Gregoria di Olimpiade Tokyo 2020

Kali ini, Indonesia berpeluang besar memperbaiki prestasi tersebut karena Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo juga bakal diturunkan. Keduanya berstatus sebagai ganda putra terbaik dunia dan baru saja menjuarai Denmark Open 2018.

Selain Marcus/Kevin, Indonesia juga menurunkan ganda putra veteran, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Meski tidak muda lagi, namun permainan mereka tetap merepotkan lawan yang lebih muda. Terkini, Hendra/Ahsan mampu menembus semifinal Denmark Open 2018. 

Klik: Perbedaan Jonatan dan Ginting di Mata Alan Budikusuma

Untuk nomor tunggal putra, Indonesia akan diperkuat oleh Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto. French Open 2018 menjadi momen tepat bagi ketiganya untuk memperbaiki pencapaian di Denmark.

Berbeda dengan di Denmark yang diperkuat satu wakil tunggal putri, kali ini Indonesia menurunkan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. Keduanya masih berusia muda dan tak mustahil membuat kejutan.

Berikut daftar pebulu tangkis Indonesia di French Open 2018: 

Tunggal Putra
– Jonatan Christie 
– Anthony Sinisuka Ginting 
– Tommy Sugiarto.

Ganda Putra 
– Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
– Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Tunggal Putri 
– Gregoria Mariska Tunjung 
– Fitriani

Ganda Putri
– Greysia Polii/Apriyani Rahayu 
– Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta

Ganda Campuran
– Ricky Karandasuwardi/Debby Susanto  
– Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 
– Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja 
– Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti 

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Perbedaan Jonatan dan Ginting di Mata Alan Budikusuma

Kudus: Dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting bergantian mencuri perhatian. Keduanya selalu menjadi andalan Merah Putih dalam setiap turnamen yang mereka ikuti.

Meski begitu ada perbedaan yang mencolok dari Jonatan dan Ginting. Terutama di mata legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma.

Suami dari Susy Susanti ini menganggap keduanya punya karakter masing-masing. Jonatan dianggap lebih rapi bermainnya, sementara Ginting menonjolkan keagresifannya di lapangan.

“Ginting menurut saya lebih agresif, kalau Jojo dia tidak agresif tapi lebih rapi karena dia punya ciri khas sendiri. Memang kesannya kalau Jojo ini tidak agresif, tapi jarang melakukan kesalahan. Kalau ginting lebih agresif, sering smes, sering melakukan serangan-serangan yang luar biasa, namun kadang-kadang juga banyak melakukan kesalahan. Jadi masing-masing memiliki karakter yang berbeda,” ujar Alan kepada media.

Baca: Aspar dan Aries Juara Dunia di Tiongkok

Kendati demikian, permainan Jonatan dianggap Alan masih belum stabil. Apesnya, para lawannya lebih mengetahui cara mengalahkan dia. Sebab ia begitu menonjol ketika di lapangan.

“Jonatan belum stabil, karena waktu Asian Games saat meraih emas kemarin dia tampil menonjol. Biasanya kalau pemain yang sedang menonjol selalu mendapat perhatian dari lawan. Bagaimana lawan bisa mengetahui kelemahannya,” terang Alan yang saat aktif merupakan andalan tunggal putra Indonesia.

“Ginting lebih stabil dibandingkan dengan Jojo. Walaupun kalah dia melawan nomor satu dunia juga pernah kalah. Sebab notabene-nya kan mereka saling mengalahkan,” terangnya.

Pada gelaran Denmark Open pekan lalu, Jonatan hanya mampu menapaki babak kedua. Ia dikalahkan tunggal putra India, Sameer Verma. Sementara Ginting harus terhenti pada babak awal setelah kalah dari pebulu tangkis nomor satu dunia, Kento Momota.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Gantikan Luis Milla

(ASM)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kesan Peraih 8 Medali Emas SEA Games Mengikuti TKRM

Lim Swie King (Tengah). (Foto: Humas TKRM)

Kudus: Para legenda bulu tangkis Indonesia ikut berpartisipasi pada lomba Tiket.com Kudus Relay Maraton (TKRM). Salah satunya Liem Swie King.

Liem yang turun di 5k mampu mencapai garis finis. Meski diakui legenda berusia 62 tahun ini tak sepenuhnya berlari sepanjang 5 kilometer.

“Full (sampai garis finis), meski banyak jalannya juga. Tadi pertama berhenti karena sudah ngos-ngosan, terus sempat pusing juga. Waktu saya 1 jam kurang sedikit, karena banyak jalannya juga memang,” ujar Liem setelah lomba.

Klik: Hidup Sehat Lewat Sepeda Nusantara Etape Manakarra

Lomba lari bukan kegiatan asing bagi pemilik delapan medali emas SEA Games. Sebab, Liem juga pernah mengikuti lomba pada tahun lalu bukan di event yang sama.

“Tahun lalu saya juga ikut lomba lari. Biasamya kalau lari saya seminggu diusahakan dua kali,” terangnya.

Klik: Prestasi Marc Marquez Dikagumi Mick Doohan

TKRM 2018 merupakan gelaran perdana dan tergolong berjalan sukses. Liem berharap ke depannya lomba TKRM bisa kembali diadakan lagi.

“Saya ikut bangga dengan penyelenggaraan lomba lari di Kudus ini, mudah-mudahan bisa rutin digelar tiap tahun kalau bisa malah dua kali dalam setahun,” tutur pria asli Kudus.

“Saya berharap para pemuda lebih menggemari olahraga ini. Sebab lari adalah olahraga yang paling sederhana. Daripada yang lain enggak jelas mending lari. Olahraga lari juga sekarang lebih untuk kesehatan, kalau dulu kan dipakai buat ajang balapan,” tegasnya.

(KAU)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Greysia/Apriyani Gagal ke Final Denmark Open

Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu (dok. PBSI)

Odense: Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melaju ke final Denmark Open 2018. Mereka tidak kuasa menahan gempuran ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Mereka kalah dua game langsung 21-13 dan 21-16.

Kedua kubu harus melakukan reli-reli panjang untuk meraih poin. Ditambah lagi Greysia/Apriyani sering melakukan kesalahan sendiri yang berujung hilangnya poin bagi ganda putri Indonesia. Dalam satu reli bahkan tercatat membutuhkan 126 pukulan untuk mendapatkan poin.

Baca juga: Berlangsung Sengit, Marcus/Kevin Singkirkan Hendra/Ahsan

Greysia/Apriyani terlihat kesulitan mengimbangi reli Yuki/Sayaka pada game pertama. Alhasil mereka tertinggal 11-9 pada interval. Yuki/Sayaka berhasil mempertahankan dominasi mereka selepas interval dan menutup game pertama dengan keunggulan 21-13.

Di game kedua, Greysia/Apriyani masih kesulitan mengimbangi Yuki/Sayaka. Mereka kembali tertinggal 11-9 pada interval. Setelah interval, Yuki/Sayaka melancarkan reli-reli panjang yang membuat Greysia/Apriyani membuat kesalahan sendiri sebelum menutup game kedua dengan keunggulan 21-16.

Di final, Yuki/Sayaka akan menghadapi rekan senegara mereka Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Shiho/Koharu mengandaskan perlawanan pasangan Korea Selatan, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, dalam dua game.

Video: PSSI Segera Putuskan Nasib Luis Milla

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kata Ahsan Jelang Tampil di Perempat Final

Mohammad Ahsan (kiri). (Foto: AFP/Lillian Suwanrumpha)

Odense: Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil lolos ke perempat final Denmark Open 2018. Mereka mengalahkan wakil tuan rumah Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-12 24-22.

Selanjutnya, peraih medali emas Olimpiade 2016 itu akan menghadapi wakil Tiongkok Han Chengkai/Zhou Haodong. Sebelumnya kedua pasangan belum pernah saling bertemu.

Menghadapi lawan yang lebih muda, Ahsan mengaku santai. Dia hanya ingin bermain lepas dan fokus. 

Baca: Jadwal 6 Wakil Indonesia di Denmark Open Hari Ini

“Yang penting itu dari kaminya, fight saja. Kami harus bisa main enjoy, lepas, tanpa tekanan, supaya bisa keluar semua permainannya,” ujar Ahsan seperti dilansir Badmintonindonesia.org.

Indonesia meloloskan enam wakil ke perempat final. Selain Ahsan/Hendra, ada pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Gregoria Mariska Tunjung, serta dua ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Awal Gemilang Garuda Nusantara

(ASM)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.