Punya riwayat kanker, Shahnaz Haque ajak keluarga hidup sehat

Jakarta (ANTARA) – Punya keluarga besar dengan riwayat kanker membuat Shahnaz Haque dan anak-anaknya sangat peduli akan pentingnya menjaga kesehatan.

Shahnaz adalah seorang survivor kanker ovarium. Dia menjalani operasi pada tahun 1999 dan mulai aktif terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan kanker.

Dia menceritakan jika keluarganya memiliki riwayat kanker yang kuat. Ibu dan neneknya meninggal dunia karena kanker. Kedua mertuanya juga meninggal karena kanker prostat dan kanker payudara. “Tiga anak saya perempuan jadi mereka sudah melakukan suntik semua. Pohon kanker di keluarga saya ini kuat sekali. Jadi kita bicara kanker di rumah sangat santai,” ujar Shahnaz ditemui dalam pertunjukan drama musikal “Cerita Cinta” di Jakarta, Minggu.

“Anak-anak saya punya banyak buku tentang kanker, jadi mereka tahu harus apa, mereka punya alarm, jadi mereka tahu kapan ada yang tidak beres dengan tubuhnya,” lanjutnya.

Shahnaz mengatakan bahwa keluarganya melakukan gaya hidup sehat. Mereka juga rutin untuk memeriksakan diri, setidaknya setiap tahun.

“Makanan kaleng di rumah udah enggak ada, masak makan langsung habis jadi enggak ada yang diangetin. Rendang udah enggak boleh. Berbahagialah orang yang peluang kena kankernya lebih gede dari orang lain jadi kita lebih mawas diri,” jelas istri Gilang Ramadhan itu.

Shahnaz menyarankan agar tidak takut untuk memeriksakan ke dokter. Sebab, mengetahui adanya penyakit lebih baik daripada terlambat untuk menyembuhkan.

“Sakit tidak sakit mesti periksa. Setelah ketahuan sakit, dia pasti jadi takut terus enggak balik lagi ke dokter, terus meninggal. Kanker itu sakit sekali, tidak hanya untuk yang menderita tapi untuk keluarganya juga. Kalau bisa memilih bukankah lebih baik mati dengan cara yang cerdas,” kata Shahnaz.

Baca juga: Shahnaz Haque nilai debat cawapres akan lebih seru

Baca juga: “Diet Teknologi ” Shahnaz Haque

Baca juga: Shahnaz Haque Hanya Ijinkan Anak Nonton TV 20 Menit

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019