Mengenal BukaBike, sepeda gratis di ITB

Bandung (ANTARA News) – Marketplace online Bukalapak meluncurkan penyewaan sepeda melalui aplikasi Bukalapak, bernama BukaBike.

Layanan yang dirilis pada Desember 2018 itu memanfaatkan teknologi QR Code. 

Mereka yang ingin menyewa sepeda (saat ini baru tersedia di Institut Teknologi Bandung (ITB)) tinggal membuka aplikasi Bukalapak dan melakukan verifikasi akun. Klik “Lihat Semua” di menu favorit, lalu pilih Bukabike. 

Temukan lokasi sepeda terdekat, kemudian scan code atau masukkan ID sepeda untuk membuka kunci. Sepeda bisa langsung digunakan. Setelah selesai (saat ini masih dibatasi waktu selama 30 menit), kuncilah sepeda secara manual dan turunkanlah kickstand. 

Secara umum, penampakan sepeda berwarna merah itu tak jauh berbeda dari sepeda untuk satu orang pada umumnya. Di bagian depan stang terdapat keranjang berwarna hitam untuk menyimpan barang dan di atas stang ada papan kecil segiempat dengan QR code. 

Founder & CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengatakan, saat ini layanan ini masih terbatas di kawasan ITB dan sepeda yang tersedia baru 50 buah. Dia menargetkan layanan serupa bisa hadir di kampus lainnya. 

“Sekarang 50 sepeda, tetapi nanti akan kami tambah. Pakai aplikasi Bukalapak. Kami sudah siapkan 1000 sepeda untuk kampus lain,” ujar dia di Bandung, Jumat. 

Zaky mengklaim produk keluaran perusahaannya ini berbeda dari yang lain, salah satunya kemudahan mencari lokasi sepeda terdekat dan bisa ditaruh di mana saja saat selesai pemakaian. 

“Kami melakukan improvement, menggunakan aplikasi. Scan, buka, enggak perlu ke mana-mana dan gratis. Enggak perlu daftar, mencari lokasinya. Tinggal geletakin aja, asal dikunci. Ada tracking jarak. 30 menit (untuk tahap awal ini),” kata dia. 

Tak hanya mahasiswa ITB, orang di luar ITB juga bisa memanfaatkan layanan ini, namun jangkauan lokasi bersepedanya masih sebatas kampus ITB. 

Baca juga: Bukalapak dapat suntikan dana dari Naver

Baca juga: ITB-Bukalapak resmikan laboratorium riset berbasis AI dan “cloud computing”
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019