Kemarin, lagu baru Dipha Barus hingga produk gaming dari Acer

Jakarta (ANTARA News) – Dipha Barus yang tekun menggeluti musik elektronik berkolaborasi dengan pesohor dunia dalam single terbarunya. Sementara itu, Acer berjanji akan membawa laptop gaming terbaru Predator ke Indonesia tahun ini.

Dua berita tersebut merupakan berita pilihan ANTARA News, yang masih layak baca hari ini. Berikut ini selengkapnya.

1. WhatsApp balap Facebook jadi aplikasi seluler paling populer di dunia
Platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, baru-baru ini dilaporkan telah melampaui aplikasi inti perusahaan induknya, Facebook, dalam hal popularitas global.

Selengkapnya di sini.

2. Alasan Rizky Febian tidak masukkan lagu andalan di album “Jejak”
Berbeda dari musisi pada umumnya, Rizky Febian memutuskan tak memasukkan lagu-lagu andalannya ke dalam album perdana “Jejak” yang resmi diluncurkan hari ini. 

Selengkapnya di sini.

3. Ghosn terima 9 juta dolar AS dari perusahaan patungan
Mantan ketua Nissan Motor Carlos Ghosn menerima 9 juta dolar AS sebagai kompensasi dari perusahaan patungan antara Nissan Motor dan Mitsubishi Motors, kata produsen mobil Jepang itu pada Jumat,

Selengkapnya di sini.

4. Acer Indonesia janji hadirkan produk gaming dari CES 2019
Acer Indonesia menjanjikan produk-produk gaming terbaru akan hadir tahun ini, terutama yang sudah beredar di negara lain.

Selengkapnya di sini.

5. Dipha Barus bersama Charli XCX dan Troye Sivan rilis single baru
Setelah menelurkan rentetan single seperti “Money Honey (Count Me In)” dan “My Kind of Crazy dan Mine” bersama Raisa, Dipha Barus membuka tahun 2019 melalui kerja sama internasional dengan Charli XCX serta Troye Sivan. 

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari ini, konser Blackpink hingga diskusi untuk milenial

Jakarta (ANTARA News) – Berikut ini rangkuman beberapa acara menarik yang berlangsung di Jakarta akhir pekan ini, Sabtu, di antaranya adalah konser yang ditunggu-tunggu dari grup K-Pop, Blackpink.

1. Konser Blackpink
Grup K-Pop Blackpink kembali tampil di Indonesia, namun, kali ini dengan menggelar konser tunggal pertama mereka. Blackpink mengadakan konser dua hari berturut-turut 19-20 Januari di ICE BSD.

2. ONE: Eternal Glory
Petarung Indonesia, Stefer Rahardian akan bertarung di kelas strawweight pada acara di Istora Senayan.

3. Indonesia Millenial Summit 2019
Acara yang digelar oleh IDN Times ini menghadirkan pembicara dari berbagai bidang, mulai dari menteri hingga musisi. Acara digelar di Kempinski Ballroom, mulai pukul 09.00 WIB.

4. A Tribute To Paul Desmond
Pusat kebudayaan @america mengadakan pertunjukkan musik untuk mengapresiasi karya komposer dunia Paul Desmond, yang digelar pukul 18.30 hingga 20.30 WIB.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hoaks berdampak buruk bagi psikologis masyarakat

Jakarta (ANTARA News) – Hoaks dan ujaran kebencian yang marak beredar di media sosial tidak hanya bisa memrovokasi dan menimbulkan perpecahan, tapi juga berdampak buruk bagi psikologis, sosial, bahkan fisik masyarakat.

Karena itu, psiko edukasi dan kampanye sebar cinta dan damai di medsos seperti ajakan #HateFreeDay harus terus digaungkan untuk menciptakan suasana aman, damai dan nyaman, terutama pada tahun politik sekarang, kata psikolog anak dan keluarga, Maharani Ardi Putri.

“Psiko edukasi bisa dilakukan dalam banyak hal, yakni bisa melalui iklan layanan masyarakat, menggunakan brosur yang disebarkan atau diviralkan melalui medsos dan sebagainya,” katanya di Jakarta, Jumat.

Jadi, menurut Maharani, hal-hal yang negatif itu juga harus dilawan dengan hal-hal yang positif. “Kita juga harus lebih menonjolkan berita-berita baik sehingga masyarakat sadar masih banyak hal-hal baik daripada hal-hal buruk yang sudah mereka baca,” katanya.

Menurut dia, hoaks dan ujaran kebencian di medsos menjadi masalah besar bagi bangsa ini. Ketika seseorang membaca berita hoaks secara psikologis akan terpengaruh, merasa kecewa, takut dan benci terhadap orang yang dibicarakan dalam hoaks, padahal semuanya tidak benar.

Lalu untuk orang yang dibicarakan dalam berita hoaks itu bisa timbul perasaan malu, marah,  bahkan traumatis.

“Jadi dampak psikologisnya bisa jadi pada orang yang dituju atau juga pada orang yang membaca berita hoaks tersebut,” kata Maharani yang juga  dosen Fakultas Psikologi Universitas Pancasila ini.

Hoaks, kata Maharani, juga berdampak sosial. Ketika hoaks itu menjadi viral, apalagi ditimpali ujaran-ujaran kebencian, maka secara sosial perilaku yang bersangkutan pun ikut menjadi berubah.

Tak hanya itu,  menurut dia, penyebaran hoax dan ujaran kebencian juga memiliki dampak secara fisik, yaitu ketika orang menjadi merasa sedih dan depresi karena membaca informasi tersebut.

Orang juga bisa kemudian takut untuk keluar rumah atau takut melakukan sesuatu karena berita-berita hoaks yang dia baca.

Diakuinya, perkembangan teknologi yang pesat membuat sulit untuk mencegah seseorang tidak memiliki akun medsos. Untuk itu keluarga berperan sangat penting dalam mengajarkan bagaimana bermedia sosial yang bijak terutama kepada anak.

“Mereka perlu diperkenalkan dengan hal-hal yang memang berpotensi menimbulkan masalah ketika itu diupload di medsos,” ujar kepala Biro Humas dan Ventura Universitas Pancasila ini.

Menurut dia, agar lingkungan pekerjaan dan keluarga bisa hidup rukun dan damai tanpa hoax dan ujaran kebencian, perlu adanya psiko edukasi atau pendidikan medsos juga bagaimana berinternet secara bijak.

“Ini harus dilakukan dalam setiap lapisan umur. Kenapa? Karena cara menangkap pesan-pesan atau pendidikan mengenai medsos ini tentunya akan berbeda-beda, harus disesuaikan dengan kapasitasnya, dengan bahasa yang kita gunakan, sehingga masyarakat menjadi lebih paham,” katanya.
Baca juga: Densus 88 sebut penyebaran hoaks juga bentuk teror
Baca juga: Tiga daerah dengan tingkat penerimaan hoaks tinggi menurut survei LIPI
Baca juga: Polri sebut penyebaran hoaks dimulai dari grup “WhatsApp”

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yang perlu diketahui tentang diet potong lambung

Jakarta (ANTARA News) – Para ahli gizi memandang diet potong lambung memang efektif untuk menurunkan berat badan, namun ada sejumlah hal yang perlu diketahui sebelum seseorang menempuh prosedur ini. 

“Cukup efektif untuk meningkatkan rasa kenyang lebih cepat. Tetapi ini bukan jenis diet namun tindakan operasi,” ujar ahli nutrisi dari Asosiasi Nutrisi Indonesua, Dr. Saptawati Bardosono saat dihubungi, Jumat. 

Seperti dilansir Mayo Clinic, tindakan yang bisa disebut operasi bypass lambung itu dilakukan juga untuk mengurangi risiko potensi masalah kesehatan terkait berat badan yang mengancam jiwa, termasuk penyakit refluks gastroesofagus, penyakit jantung dan apnea parah. 

Operasi ini biasanya dilakukan hanya setelah seseorang mencoba menurunkan berat badan dengan memperbaiki pola makan dan olahraga.

Secara umum, bypass lambung menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) 40 atau lebih dari itu, sehingga bukan untuk semua orang yang kelebihan berat badan. 

Sebelumnya, seseorang harus memenuhi syarat untuk operasi penurunan berat badan, bersedia melakukan perubahan permanen untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan mau ikut merencanakan tindak lanjut jangka panjang yang mencakup pemantauan nutrisi, gaya hidup dan kondisi medis. 

Bypass lambung membuat perubahan pada sistem pencernaan dengan membatasi berapa banyak yang bisa seseorang makan atau dengan mengurangi penyerapan nutrisi, atau keduanya. 

Seperti halnya operasi besar lainnya, bypass lambung  berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yakni pendarahan, infeksi, darah menggumpal, masalah paru-paru atau pernapasan, kebocoran di sistem pencernaan hingga kematian. 

Risiko jangka panjang dan komplikasi dari operasi bervariasi tergantung pada jenis operasi, namun ada kemungkinan terjadi sumbatan usus, diare, muntah, muncul batu empedu, hernia, hipoglikemia, malnutrisi dan kematian–walau kasusnya jarang terjadi. 
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jakarta Sneaker Day 2019 hadirkan banyak kolaborasi

Jakarta (ANTARA News) – Event Director Jakarta Sneaker Day 2019, Andrey mengatakan pelaksanaan tahun ini akan melibatkan lebih banyak kolaborasi dengan komunitas guna mendukung perkembangan sneakers di dalam maupun luar negeri melalui tema “The Rise of Sneaker Culture”.

“Salah satu bentuk kolaborasinya adalah berkolaborasi dengan Tahilalats X Vans X KamarQ dan 30 artist lainnya,” jelasnya di The Fifth, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat.

Kendati demikian, sneaker sudah menjadi trend fashion yang menjadi pusat perhatian dari era 90-an hingga saat ini.

Pada era kekinian, sneaker semakin digandrungi kaum milenial dan pecinta sneaker di Indonesia yang terus bertumbuh dan populer.

Vice President Marketing Communication BCA, Susanti Nurmalawati menambahkan, BCA yang menjadi salah satu pendukung tetap event tahunan ini, menawarkan banyak diskon dan promo menarik bagi pengunjung.

“Bagi 250 pengunjung pertama pada setiap harinya akan kita kasih potongan harga sebanyak Rp 500.000 dengan menunjukkan aplikasi Sakuku dengan saldo minimum Rp 100.000,” tambahnya.

Saking banyaknya peminat dari luar Jakarta yang tidak bisa hadir, membuat JSD berkolaborasi dengan JD.ID membuat JSD Online.

“Nantinya ini akan menjadi wadah para sneakerhead dari seluruh Indonesia yang belum sempat hadir namun tetap akan bisa mengikuti keseruan dan berbelanja sneaker favoritnya di platform tersebut,” tambah Andrey.

Tidak hanya berburu sneaker, beberapa rangkaian acara juga akan hadir seperti Exhibition, Talkshow, Sneaker Custom hingga berbagai give away menarik, mulai dari sepatu hingga kendaraan roda dua.

Baca juga: Presiden yakini sepatu sneaker lokal berkualitas unggul

Baca juga: Sneaker termahal Michael J Fox dijual

Baca juga: Lima kiat memilih sepatu bot

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

22 mahasiswa asing diperkenalkan Kopi Muria

Kudus  (ANTARA News) – Sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai negara diperkenalkan Kopi Muria, yang merupakan komoditas asli Kudus, dan  banyak ditemukan di Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai sentra tanaman kopi.  

Kegiatan pengenalan Kopi Muria yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus dengan menghadirkan puluhan mahasiswa asing itu, Jumat, atas prakarsa Universitas Muria Kudus (UMK).

Para mahasiswa yang mayoritas awam tentang tanaman kopi tersebut, mendapatkan kesempatan membuat kopi sendiri secara tradisional, dimulai dari proses pemilahan kopi yang berkualitas, menyangrai, penumbukan, hingga membuat minuman kopi siap minum.

Mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang cara menanam bibit kopi yang dimulai dari tata cara pemotongan akar bibit yang masih kecil sebelum dimasukkan ke polibag hingga siap ditanam di ladang.

 Puluhan mahasiswa yang berasal dari Vietnam, Afganistan, Thailand, Mesir, Turki, Filipina, Sudan, Tajikistan, dan Burundi itu juga mendapatkan pengetahuan tentang cara melakukan okulasi agar tanaman kopi yang berbuah jarang bisa menghasilkan kopi dengan produktivitas tinggi.  

Menurut Kepala Urusan Internasional UMK Muntohar kegiatan itu merupakan rangkaian acara  Living In Asia yang diselenggarakan UMK. 

 “Pengenalan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka tentang konsep Gusjigang, terutama untuk `gang` atau dagang, kemudian bagaimana masyarakat Kudus mengembangakan potensi,” ujarnya. 

Mahasiswa asing tersebut, kata dia, tidak sekadar mengetahui tentang Kopi Muria, melainkan bisa mempraktikkan mulai dari menanam kopi hingga mengolah kopi serta menikmati minuman Kopi Muria. 

Dengan demikian, lanjut dia, mereka merasakan pengalaman tersendiri yang belum pernah diperoleh di negaranya sendiri sekalipun.

Setelah diperkenalkan Kopi Muria, mereka akan diperkenalkan potensi lainnya, seperti batik Kudus dan beberapa komoditas unggulan lainnya. 

Farhana, salah satu mahasiswa asal Turki, mengakui memilah biji kopi, menggoreng, hingga menumbuknya kemudian membuat minuman kopi sendiri merupakan pengalaman yang pertama kalinya.

Apalagi, lanjut dia, di negaranya tidak ada tanaman kopi, meskipun untuk penjual kopi memang ada.

“Melihat langsung tanaman kopi juga pengalaman yang pertama karena sebelumnya memang belum pernah,” ujarnya.

Pham Thi Thao, mahasiswa asal Vietnam, mengaku terkesan dengan Kota Kudus yang memiliki tanaman kopi.

Ia mengapresiasi tanaman kopi yang begitu melimpah di Kabupaten Kudus dan proses pembuatan minuman kopi yang masih tradisional.

Shaitsa Azimi, mahasiswa asal Afghanistan, juga mengaku kagum dengan pengenalan Kopi Muria karena tidak sekadar mendapatkan pengetahuan tentang cara membuat minuman kopi, melainkan juga ikuti praktik menanam kopi.

Baca juga: Balittri kembangkan kopi di lahan pasang surut
Baca juga: IPB siap mengawal pengembangan kopi Indonesia

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, analisa gestur capres-cawapres hingga chemistry Iqbaal-Vanesha

Jakarta (ANTARA News) – Simak berita hiburan, gaya hidup, otomotif dan teknologi kemarin yang masih laik dibaca hari ini.

Ada analisa gestur Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandi dalam debat perdana calon presiden dan wakil presiden, termasuk soal Prabowo berjoget lalu bahunya dipijit Sandi dan Jokowi menggulung lengan baju hingga Ma’ruf Amin yang lebih banyak diam.

Baca juga komentar pengamat mode mengenai busana yang dipakai oleh kandidat pemilihan umum, “chemistry” antara Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla setelah keduanya punya kekasih di dunia nyata, BMW Indonesia hadirkan model baru demi genjot penjualan dan data internet dianggap terlalu murah sehingga menyulitkan industri telekomunikasi.

Analisa gestur di debat capres: joget, pijat hingga gulung lengan baju

Pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman, mengupas bahasa tubuh dua pasang calon pemimpin Indonesia periode 2019-2024 selama debat perdana, Kamis (17/1). 

Selengkapnya di sini.

Komentar soal busana Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tampil mengenakan setelan jas hitam-hitam berdasi merah dan peci hitam pada debat perdana calon presiden-wakil presiden, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam. Bagaimana komentar pengamat mode?

Selengkapnya di sini.

Punya kekasih tak bikin “chemistry” Iqbaal dan Vanesha luntur

Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla mengaku tidak sulit untuk membangun kembali chemistry saat memerankan Dilan dan Milea meski keduanya kini sama-sama sudah memiliki kekasih.

Selengkapnya di sini.

BMW Indonesia genjot penjualan di 2019 dengan luncurkan model baru

Menyongsong tahun 2019, BMW Group Indonesia akan menggenjot pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan lewat peluncuran berbagai model kendaraan baru.

Selengkapnya di sini.

Data internet terlalu murah sulitkan industri telekomunikasi

 Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah menyebutkan salah satu faktor yang membuat pendapatan industri telekomunikasi menurun pada 2018 adalah tarif data internet yang tergolong murah, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Selengkapnya di sini.
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Benarkah diet keto menyehatkan?

Jakarta (ANTARA News) – Pekan lalu, sejumlah selebritis Hollywood memperdebatkan apakah diet keto benar-benar menyehatkan.

Semua dimulai oleh pelatih kebugaran Hollywood Jillian Michaels yang menyebut diet keto rendah karbo adalah “sebuah hal yang buruk karena jutaan alasan.”

“Aku tak paham. Kenapa orang bisa berpikir itu adalah ide yang bagus?” kata Michaels.

Pernyataan itu pun langsung mendapat tanggapan dari selebriti yang pro diet keto seperti pembawa acara “Today” Al Roker dan presenter Andy Cohen.

“Jadi @JillianMichaels mengatakan kalau #Keto adalah ide yang buruk. Ini dari seorang wanita yang tenar gara-gara bullying kamera, perampasan, manipulasi dan lebih banyak lagi atas nama penurunan berat badan. Sekarang itu terdengar seperti ide yang buruk,” cuit Al Roker di akun Twitter miliknya.

Jadi, apakah sebenarnya diet keto itu, dan apakah menyehatkan? Berikut ulasannya dilansir Time, Kamis (17/1).

Diet ketogenik alias keto sudah dipakai oleh para profesional medis untuk mengobati kejang hampir seabad lamanya. Baru-baru ini, metode itu populer dipakai orang untuk menurunkan badan serta membentuk otot.

Metodenya adalah dengan menghilangkan konsumsi karbohidrat, namun makan banyak protein dan lemak.

Orang yang diet keto diwajibkan mendapat 80 persen kalorinya dari lemak dan sisanya dari protein, dengan konsumsi karbohidrat seminimal mungkin.

Artinya, kalau mau diet keto maka seseorang harus makan banyak daging, produk-produk olahan susu, mentega, telur, kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak, dan justru menghindari padi-padian, karbohidrat, buah-buahan dan sayur.

Itu sangat berbeda dengan Pedoman Diet AS untuk orang Amerika, yang mengatakan antara 45 dan 65 persen kalori harian harus berasal dari karbohidrat.

Diet ini dimaksudkan untuk mendorong tubuh ke kondisi ketosis, atau membakar lemak untuk menghasilkan energi.

Karbohidrat adalah sumber bahan bakar utama tubuh, jadi tanpa karbohidrat, tubuh harus menemukan sumber energi lain. Dalam hal ini, keton itu, atau molekul pembawa energi ditemukan dalam lemak. Para pendukung metode diet ini mengatakan keadaan ketosis membantu fungsi tubuh lebih efisien dan memacu penurunan berat badan.

Tahun ini, US News & World Report menyebut keto diet adalah cara terbaik kedua untuk penurunan berat badan cepat.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa keto dapat menyebabkan penurunan berat badan jangka pendek, dan berpotensi membantu mencegah atau membalikkan obesitas, diabetes tipe 2 dan penyakit hati berlemak.

Tetapi para ahli tidak yakin bagaimana ketosis mempengaruhi tubuh dari waktu ke waktu, dan beberapa dokter memperingatkan bahwa pembatasan yang parah seperti itu tidak dapat dilakukan secara terus menerus.

“Diet ketogenik dan diet rendah karbohidrat lainnya bisa sangat bahaya kalau dijalankan dalam jangka panjang, dan kemungkinan efek samping belum ditemukan,” kata Dr. David Ludwig, seorang profesor nutrisi di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, mengatakan kepada Time pada 2016. “Biasanya, pembatasan parah seperti itu tidak diperlukan.”

Meski para ahli merekomendasikan mengurangi karbohidrat olahan, seperti roti putih dan makanan ringan, beberapa karbohidrat sangat sehat.

Makanan seperti buah-buahan, ubi jalar dan biji-bijian adalah karbohidrat-berat tetapi juga kaya nutrisi dan serat, dan telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan mulai dari tingkat penyakit kronis yang lebih rendah hingga rentang hidup yang lebih lama.

Sementara itu, meski para ahli pernah mengecam makanan berlemak sebagai penyebab pasti kenaikan berat badan dan penyakit jantung, tetapi studi yang lebih baru telah menemukan bahwa makanan berlemak mungkin tidak berhubungan dengan masalah kardiovaskular, dan mungkin benar-benar menjaga berat badan dengan mengendalikan rasa lapar dan gula darah.

Akhirnya, para ilmuwan semakin mendesak orang untuk mengikuti pola makan nabati yang banyak, baik untuk kesehatan fisik dan lingkungan.

Makan banyak protein hewani – terutama daging merah dan olahan – telah dikaitkan dengan kondisi termasuk penyakit jantung dan kanker, dan memelihara ternak adalah sumber utama emisi gas rumah kaca. 

Sementara sains belum mencapai kesimpulan yang pasti tentang keto, tampaknya diet terbaik adalah yang makan dengan cara mencapai keseimbangan moderat antara kelompok makanan yang berbeda.

Baca juga: Diet ketogen alternatif hidup sehat manusia modern

Baca juga: Mengenal Puasa Daniel yang akan dilakukan Chris Pratt

Baca juga: Ilmuwan ungkap diet ideal untuk manusia dan planet

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analisa gestur di debat capres: joget, pijat hingga gulung lengan baju

Jakarta (ANTARA News) –  Debat perdana calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 yang diikuti Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto  – Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis, telah usai.

Monica Kumalasari, pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman, mengupas bahasa tubuh dua pasang calon pemimpin Indonesia periode 2019-2024.

Raut wajah

“Mata itu jendela jiwa, dari sisi Jokowi terlihat alisnya bergerak turun naik ketika dia mau mengatakan penegasan,” kata Monica saat dihubungi Antara, Kamis malam (17/1).

Pada Prabowo, yang terlihat adalah peningkatan kedipan mata yang lebih cepat dari biasanya. Penyebabnya bisa jadi dua hal yang berbeda.

“Bisa stres, bisa juga udaranya dingin sekali jadi (berkedip) untuk membasahi mata,” katanya.

Ada perubahan gaya dari Jokowi dan Prabowo dalam debat perdana ini. Jokowi yang biasanya santai jadi lebih tegas, sementara Prabowo jadi lebih kalem.

Para kandidat punya cara yang berbeda dalam menegaskan suatu argumen.

Prabowo cenderung mengekspresikannya lewat gerak tangan menunjuk-nunjuk, sedangkan Jokowi menandakannya dengan mengulang-ngulang kata tersebut. 

“Juga bicaranya pakai tone suara perut,” imbuh Monica mengenai Jokowi.

Dari gaya verbal, Jokowi banyak menyajikan data saat berargumen. 

Pesaingnya, Prabowo – Sandi dinilai lebih banyak mengutarakan soal persepsi ketimbang data. Contohnya, pernyataan “.. Yang kita ketemukan ada perasaan di masyarakat, bahwa kadang-kadang aparat itu berat sebelah,” yang diutarakan Prabowo.

Ketika bicara, pasangan nomor urut dua sering memakai kata “kami” atau “Prabowo Sandi” alih-alih “saya”. Tapi ada juga gaya verbal Prabowo yang menekankan kata “saya”, ketika bercerita tentang pembentukan pasukan antiteror pertama yang dilakukannya bertahun-tahun silam.

Gaya itu menyiratkan dirinya merasa superior dibanding yang lain, ujar Monica, yang dipertegas dengan gestur menunjuk-nunjuk saat menekankan sesuatu, serupa seperti gaya memberikan instruksi.

Pada umumnya, Sandiaga Uno terlihat tenang di atas panggung. Tapi ada satu kalimat yang menyiratkan tingkat kepercayaan diri yang mungkin rendah di persaingan ini.

Ketika bicara soal kepastian hukum, dia bertanya pada Jokowi mengenai apa yang akan dia lakukan seandainya terpilih lagi jadi presiden selama lima tahun ke depan.

Menurut Monica, Sandi terlihat grogi ketika tanpa sadar omongan itu spontan keluar dari mulutnya, yang berasal dari alam bawah sadar yang selama ini ditekan.

Di sisi lain, Sandi terlihat paling ramah. Gayanya santai dan tidak terlalu “menyerang”. Gestur dan kontrol emosinya bagus. Dia bisa menjalin hubungan interpersonal yang bagus, siapa pun pasangannya. 

Ketika berbicara, Sandi banyak memakai kata “kami” atau menyebut “Prabowo – Sandi”.

“Lebih humble,” kata dia.

Kesantunan Sandiaga terlihat juga dari caranya memberi salam pada Ma’ruf Amin, dengan mencium tangan beberapa kali.

Prabowo joget, Sandi pijat bahu

Dibandingkan Jokowi – Ma’ruf, pasangan Prabowo – Sandi memang terlihat lebih “mesra” karena mereka memang lebih lama menjalin chemistry.

Prabowo terlihat kehilangan kesabaran saat Jokowi bertanya menyebut data ICW mengenai mantan koruptor yang jadi calon legislatif dari partai Prabowo.

Sebelum waktunya dimulai, Prabowo tak sabar ingin menjawab. Ucapan “tidak boleh” yang tegas dari moderator Ira Koesno membuat seisi ruangan tertawa.

Pada saat itu, Prabowo dianggap “lupa” untuk menahan diri sehingga “aslinya keluar”.

“Karena sepertinya dia memang ditahan oleh (tim sukses) untuk ‘jangan kelihatan meledak-ledak’ tetapi ‘bocor’ juga,”  

Prabowo kemudian mengalihkannya berjoget, sementara Sandi memijat-mijat punggung Prabowo seakan memintanya untuk tenang.

Pengalihan ini juga terjadi ketika Prabowo menjawab soal perempuan dalam struktur partai Gerindra, lalu Sandi diberi kesempatan untuk menambahkan argumen, tetapi ditolak karena dirinya bukan lagi bagian dari partai Prabowo.

“Saya bukan Gerindra lagi pak, enggak bisa jawab, pak,” ujar Sandi yang ditimpali Prabowo dengan permintaan maaf.

Ekspresi malu dialihkan dengan senda gurau Prabowo – Sandi hingga akhirnya bel penanda waktu berbunyi.

Ratna Sarumpaet

Ekspresi subtil campur aduk antara geram dan malu sekilas nampak di wajah Prabowo saat Jokowi menyebut soal juru kampanyenya yang mengaku babak belur dianiaya, padahal bekas operasi plastik. Jokowi bicara soal kebohongan Ratna Sarumpaet pada akhir 2018.

Ketika kebohongan Ratna terkuak, Prabowo pun minta maaf karena menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

Ekspresi subtil itu muncul kemungkinan karena Prabowo ingat dirinya pernah dibohongi, serta malu karena tak menyangka hal tersebut tiba-tiba diungkit.

Irit bicara

Ma’ruf Amin bisa dibilang paling pendiam selama debat perdana karena panggung lebih didominasi oleh Joko Widodo. Pada awal debat, dia sempat diberi kesempatan untuk menambahkan argumen Jokowi, tapi memilih untuk diam.

“Saya tidak menambah, saya mendukung pernyataan Pak Jokowi,” ujar Ma’ruf.

Monica melihat situasi itu memang sudah ditentukan sejak awal, di mana Ma’ruf memang berkontribusi pada tema-tema tertentu yang dia kuasai.

Ketika menolak untuk menambahkan pernyataan Jokowi, Ma’ruf terlihat masih grogi karena panggungnya berbeda dari aktivitas ceramah.

Namun, belakangan kegugupannya mereda dan dia menambahkan sedikit komentar di sana-sini.

“Jokowi mendominasi, tapi Ma’ruf tetap dikasih kesempatan untuk bicara.”

Dibandingkan Prabowo – Sandi, interaksi Ma’ruf denganJokowi lebih terbatas. Monica berpendapat ini karena Jokowi bersikap hormat terhadap Ma’ruf sebagai seorang figur besar.

Meski dinilai sebagai kandidat yang paling gugup, Ma’ruf dianggap banyak memperlihatkan senyum tulus selama debat berlangsung. 

“Ada senyum tulus, ada senyum sosial. Banyak senyum tulus yang terlihat dari Ma’ruf,” katanya.

Gulung lengan baju

Jokowi menggulung lengan baju usai memberikan pernyataan penutup, menolak tawaran untuk menghabiskan jatah bicaranya yang masih tersisa. 

Menurut Monica, ini menyiratkan keinginannya untuk segera melanjutkan pekerjaan.

Kedua kubu, meski dipersilakan untuk memberikan kata-kata penutup “menyejukkan” untuk mengapresiasi pesaing, memilih untuk tidak saling memuji. 

Namun suasana dingin itu kembali menghangat ketika debat usai, di mana Jokowi berjalan lebih dulu ke arah Prabowo dan mereka saling berpelukan.

Baca juga: Debat capres pertegas komitmen Jokowi lanjutkan program kerja

Baca juga: Debat perdana capres memberi gagasan membangun Indonesia

Baca juga: Prabowo mengaku sempat tegang dalam debat

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat mode: Busana Jokowi-Ma’ruf cerminkan “apa adanya”

Jakarta (ANTARA News) – Penampilan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin yang memakai kostum berwarna putih menunjukkan sesuatu yang bersih dan apa adanya, menurut pengamat mode Sonny Muchlison.

Dalam acara debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam, Jokowi mengenakan peci hitam, kemeja putih dan celana panjang hitam, sedangkan Ma’ruf menggunakan baju koko putih, kain sarung dan peci hitam.

Menurut Sonny, Jokowi konsisten dalam penampilan. Sejak mencalonkan diri pertama kali sebagai presiden, Jokowi tetap mengenakan putih dan ketika terpilih ia melakukan hal yang sama.

“Putih itu kan bersih dari segala hal. Jokowi sudah konsisten dengan putih. Dengan pakaian seperti itu, Jokowi lebih menunjukkan apa adanya walau ia tahu sedang berada dalam acara debat,” ujar Sonny saat dihubungi Antara, Kamis.

Sonny juga memuji kain sarung yang dikenakan oleh Ma’ruf. Menurutnya, Ma’ruf menggunakan kain dengan motif yang tidak seperti biasanya. Ma’ruf dianggap lebih ‘sadar’ dengan penampilan.

“Kalau dilihat dengan jelas, itu kainnya seperti ada motif hati, tapi dengan warna yang gelap, ada hijaunya juga tapi yang redup. Itu menggambarkan sarung buat pertemuan, bukan buat beribadah. Sarungnya lebih ke pelangi warna. Dia tahu sedang berada di acara formil dan diselenggaran malam hari,” jelas Sonny.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan jika keduanya akan menggunakan pakaian rakyat yang sederhana. Sonny pun setuju jika pasangan tersebut sudah menunjukkan identitasnya.

“Identitas Indonesianya lebih terlihat,” kata Sonny.

Baca juga: Jokowi posting foto diri berbusana adat jelang debat

Baca juga: Pendukung dua kubu nonton bareng debat capres dengan akur

Baca juga: Jokowi: jangan mempertentangkan HAM dan pendidikan hukum

Baca juga: Prabowo-Sandi ingin sinkronisasi aturan hukum
 

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar soal busana Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tampil mengenakan setelan jas hitam-hitam berdasi merah dan peci hitam pada debat perdana calon presiden-wakil presiden, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam.  

Busana mereka kali ini cukup berbeda ketimbang penampilan mereka dalam keseharian. Sebaliknya, pasangan petahana, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, tampil dengan kemeja putih dan bawahan hitam. 

Tampil kompak dalam berbusana yakni mengenakan setelah jas hitam, kemeja putih, dasi merah marun dan peci hitam. Dengan tampilan seperti ini, tentu Prabowo-Sandiaga terlihat lebih formal.

Namun menurut pengamat mode, Sonny Muchlison, Prabowo dan Sandi dianggap terlalu ingin menunjukkan kewibawaan. Padahal dalam acara debat, seharusnya Prabowo dan Sandi bisa memilih busana yang lebih santai.

“Upayanya terlalu berat. Mereka yang biasanya terlihat santai, apalagi Sandi dengan gaya kesehariannya, dikasih yang kayak gini jadi terlihat berat. Jadi terlalu berlebihan kalau pakai seperti tuxedo begitu, mungkin mereka lebih ingin menunjukkan kewibawaannya,” kata dia, saat dihubungi, Kamis.

Baca juga: Pengamat mode: Busana Jokowi-Ma’ruf cerminkan “apa adanya”

Ia mengatakan, jika Prabowo dan Sandi kurang menunjukkan identitas Indonesia. Meski keduanya memakai peci, namun tidak menampilkan jati diri masing-masing.

“Sandy pakai peci-nya agak sedikit miring ke kanan. Orang kalau terbiasa pakai peci dan tidak khan beda ya. Mungkin juga karena grogi,” ujar dia.

“Tarikan dasinya, Prabowo juga seperti terlalu kencang dan Sandi agak longgar. Ini kan semacam acara kampanye paling tidak mereka harus bisa menunjukkan identitas. Sedangkan di sini, identitasnya tidak sampai,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, Sandi sangat memperhatikan penampilan. Sementara Prabowo cenderung mengabaikan yang terlihat.

“Kalau diperhatikan Prabowo dari wajahnya masih kelihatan ada oily. Sedangkan Sandi wajahnya putih, bedakannya beda. Dia tahu berpaes, dia lebih mementingkan penampilan, karena warna di lehernya terlihat lebih gelap dibandingkan dengan wajahnya,” kata dia.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jangan lakukan hal ini sebelum ikut lari marathon

Jakarta (ANTARA News) – Ada sejumlah hal yang sebaiknya tak Anda lakukan sebelum mengikuti lari marathon, demi mencegah masalah pada kesehatan tubuh Anda. 

Menurut dokter Grace Joselini yang pernah menangani tim sepakbola wanita Indonesia di Asian Games 2018, melewatkan latihan fisik adalah salah satunya. 

“Mau marathon tapi enggak pernah latihan sama saja bunuh diri. Harus dilatih. Olahraga sama seperti obat, harus sesuai dosis, kalau kurang enggak berefek kalau berlebihan malah berdampak buruk,” ujar dia dalam konferensi pers Sun Life Resolution Run 2019 di Jakarta, Kamis. 

Menurut Joselini, setidaknya mulailah rajin berlatih dan beraktivitas fisik sebulan sebelum mengikuti lari. 

Selain itu, jangan sembarang memilih sepatu. Kalau pun Anda berniat membeli sepatu khusus lari, sebaiknya sebulan sebelum mengikuti lari dan pakai sepatu itu saat latihan. Hal ini demi mencegah cedera muskuloskeletal. 

“Ukuran sepatu tidak boleh ketat. Kalau dipakai lari kaki agak lama agak membesar. Jadi, sepatu harus selisih satu sentimeter lebih besar,” tutur Joselini. 

Hal lain yang juga perlu Anda hindari adalah mengenakan pakaian sangat tertutup, misal kaus dan jaket bersamaan. Cuaca panas ditambah suhu tubuh yang meningkat saat beraktivitas bisa meningkatkan risiko heat stroke. 

“Gunakan pakaian yang bagus untuk evaporasi tubuh,” kata Joselini. 

Terakhir, jangan berada di bawah terik matahari lebih dari satu jam apalagi tanpa tabir surya.

Baca juga: Lewat “Run To Care”, SOS Children’s Villages kumpulkan dana Rp1,9 miliar

Baca juga: Panitia lari Shenzhen berjanji hukum 258 peserta curang

Baca juga: Mo Farah siap tampil di London Marathon 2019

Baca juga: Wakil gubernur Aceh akui Irwandi-Stafy rapat soal Aceh Marathon

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tips memilih destinasi liburan bersama anak

Jakarta (ANTARA News) – Kala memilih destinasi liburan bersama anak, apa kriteria yang harus Anda pertimbangkan? 

Psikolog keluarga dan pernikahan dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, M.Psi. menyarankan lokasi yang memungkinkan anak bermain dan mengeksplorasi lingkungannya. 

“Pilih kegiatan yang melibatkan interaksi bermain dan eksplorasi lingkungan bagi semua anggota keluarga, karena dapat menstimulasi perkembangan otak anak,” kata dia di Jakarta, Kamis. 

Menurut Nadya, sebaiknya pilih kegiatan di luar ruangan dan berada di alam karena bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi anak.

Dia mengatakan, data survei menunjukkan, angka diagnosa konsentrasi anak di kota kurang karena anak terlalu banyak berada di dalam ruangan. 

“Selain itu, kegiatan di luar ruangan juga membuat kemampuan fisik dan daya tahan tubuh anak meningkat,” tutur Nadya. 

Berlibur bersama anak memiliki sederet manfaat, salah satunya meningkatkan kualitas hubungan antara anak dan orang tua.

Hasil survei Lonely Planets pada 2018 memperlihatkan bahwa orang tua biasanya mengajak keluarganya berlibur 2-3 kali dalam setahun. Hal ini bahkan menjadi tren dalam lima tahun terakhir. 

Alasannya adalah keinginan memberikan pengalaman liburan yang sama seperti yang mereka alami saat masih anak-anak. 

Baca juga: Agar tak ada drama saat liburan bersama anak
Baca juga: Kiat Enno Lerian berlibur bersama lima anak

 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Agar tak ada drama saat liburan bersama anak

Jakarta (ANTARA News) – Liburan bersama anak bisa menjadi hal yang tak menyenangkan bila diwarnai drama, entah anak rewel, tak puas dengan destinasi liburan atau lainnya. 

Agar ini tak terjadi, ada beberapa hal yang bisa orang tua terapkan, salah satunya melibatkan anak dalam merencanakan liburan, demikian menurut psikolog keluarga dan pernikahan dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, M.Psi. 

“Kalau bersama anak usia TK atau SD bisa melibatkan mereka mencari destinasi, menyusun jadwal. Anak dilibatkan mulai dari liburan mau ke mana,” ujar dia dalam acara “Mendukung Tumbuh Kembang Anak Lewat Traveling” di Jakarta, Kamis. 

Lakukan briefing sebelum berlibur, misalnya dengan membicarakan apa saja yang akan dilakukan selama liburan. Bila ada masalah apa yang harus dilakukan, hingga bila lapar harus mencari makan ke mana. 

Hal lain yang tak kalah penting adalah memperhatikan pola makan dan kebutuhan istirahat yang cukup. Dua hal ini kerap kali terlupakan, padahal bisa menjadi penyebab drama dimulai. 

“Perhatikan pola makan dan kebutuhan istirahat anggota keluarga. Karena istirahat kurang jadi ada drama,” tutur Nadya. 

Selain itu, lengkapi diri dengan informasi dan rencana cadangan. Siapkan diri dengan kondisi yang mungkin bisa terjadi dan bersikaplah fleksibel. 

“Anak harus diberi pemahaman agar siap menghadapi situasi yang berbeda. Stimulus lingkungan baru. Kalau belum ada sense of control, pengalaman liburan bisa sangat overwhelming untuk mereka,” kata Nadya. 
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ilmuwan ungkap diet ideal untuk manusia dan planet

London (ANTARA News) – Para Ilmuwan telah mengungkap pola diet ideal untuk kesehatan planet dan manusia, yaitu dengan melipatgandakan konsumsi kacang-kacangan, buah, sayur dan mengurangi daging serta gula.

Diet “Kesehatan Planet” itu adalah hasil dari proyek tiga tahun yang ditugaskan oleh jurnal kesehatan The Lancet dan melibatkan 37 spesialis dari 16 negara.

Mereka mengatakan, jika dunia mengikuti diet “Kesehatan Planet” itu, maka lebih dari 11 juta kematian prematur dapat dicegah setiap tahun, sementara emisi gas rumah kaca akan berkurang dan lebih banyak tanah, air dan keanekaragaman hayati dapat dipertahankan.

“Makanan yang kita makan dan bagaimana kita memproduksinya menentukan kesehatan manusia dan planet ini, dan kita saat ini melakukan kesalahan serius,” kata Tim Lang, seorang profesor di University of London yang turut memimpin penelitian ini, seperti dilansir Reuters, Rabu (16/1).

Memberi makan populasi yang tumbuh 10 miliar orang pada 2050 dengan pola makan sehat dan berkelanjutan tidak akan mungkin dilakukan tanpa mengubah kebiasaan makan, meningkatkan produksi makanan, dan mengurangi limbah makanan, katanya.

“Kami membutuhkan perbaikan besar-besaran, mengubah sistem pangan global pada skala yang tidak terlihat sebelumnya.”

Banyak penyakit kronis yang mengancam jiwa terkait dengan diet yang buruk, seperti obesitas, diabetes, malnutrisi, dan beberapa jenis kanker. Para peneliti mengatakan diet tidak sehat saat ini menyebabkan lebih banyak kematian dan penyakit di seluruh dunia daripada karena seks yang tidak aman, alkohol, narkoba dan tembakau.

Disebutkan bahwa konsumsi rata-rata global untuk makanan seperti daging merah dan gula harus dipangkas sebesar 50 persen, sementara konsumsi kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran harus dilipatgandakan.

Untuk beberapa wilayah tertentu, ini bisa menjadi perubahan yang sangat dramatis. Orang-orang di Amerika Utara, misalnya, makan hampir 6,5 kali jumlah daging merah yang direkomendasikan, sementara orang di Asia Selatan hanya makan setengah dari jumlah yang disarankan oleh diet planet.

Memenuhi target untuk mengonsumsi sayuran bertepung seperti kentang dan singkong akan membutuhkan perubahan besar di Afrika sub-Sahara, di mana orang rata-rata makan 7,5 kali jumlah yang disarankan.

Saat mempresentasikan diet ini pada sebuah briefing, Rabu (16/1), para peneliti mengatakan mereka mengaku sangat ambisius, berharap semua orang di dunia menerapkan diet tersebut, paling tidak karena ada ketidaksetaraan global yang luas terhadap akses ke makanan.

“Lebih dari 800 juta orang memiliki makanan yang tidak mencukupi, sementara banyak lagi yang mengkonsumsi makanan tidak sehat yang berkontribusi pada kematian dini dan penyakit,” kata Walter Willett dari Universitas Harvard di Amerika Serikat.

“Jika kita tidak bisa melakukannya, lebih baik mencobanya dan berusaha sedekat yang kita bisa,” katanya.

Baca juga: Mengenal Puasa Daniel yang akan dilakukan Chris Pratt

Baca juga: Alasan diet Mediterania menempati peringkat satu

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019