Suporter AS Roma Tidak Terbukti Bikin Koma Pendukung Liverpool

Liputan6.com, Jakarta Suporter AS Roma, Filippo Lombardi, terbukti tidak bersalah atas penganiayaan fan Liverpool, Sean Cox. Namun dia dihukum tiga tahun penjara karena terlibat dalam kerusuhan jelang duel Liverpool Vs AS Roma di semifinal Liga Champions, 24 April lalu. 

Sean Cox seperti diketahui tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan dari suporter AS Roma di Walton Breck Road, tidak jauh dari Stadion Anfield. Akibat penganiayaan itu, Sean Cox mengalami cedera otak yang parah sehingga tidak bisa hidup normal hingga saat ini. Ayah tiga anak itu kini tidak bisa berbicara lagi. Untuk duduk saja, Sean Cox harus dibantu. 

Lombardi ditangkap setelah wajahnya muncul dalam rekaman kericuhan. Pemuda berusia 21 tahun itu tampak menyopot ikat pinggangnya dan mengayunkannya ke arah Sean Cox. 

Seperti dilansir football-italia.net, Lombardi telah divonis tiga tahun penjara oleh pengadilan Preston Crown, Kamis (18/10/2018). Namun para juri menilai dia tidak bersalah atas penganiayaan yang menyebabkan Sean Cox mengalami cerera otak. Dia dihukum karena ikut dan telah mengaku terlibat dalam keributan yang terjadi saat itu. 

“Saya sangat menyesal atas apa yang menimpanya. Itu situasi yang sangat menyeramkan bagi mereka meskipun saya tidak terlibat atas penganiayaan itu,” kata Lombardi. 

Di hadapan para juri yang terdiri dari enam pria dan enam wanita, Lombardi pun menceritakan kronologis kejadian menurut versinya. Prai yang masih duduk di bangku kuliah itu lebih banyak berbicara dalam bahasa Inggris meski didampingi penerjemah Italia.