Suporter PSIS Semarang Diminta Tidak Ikut-ikutan Rusuh

Semarang: Jelang pertandingan antara PSIS Semarang melawan Barito Putera, panita pelaksana (panpel) pertandingan meminta para suporter untuk tertib, dan saling menjaga keamanan. 

Panpel pertandingan Pujianto mengungkapkan, kejadian di Malang jangan sampai terjadi pada pertandingan PSIS kontra Barito Putera di Stadion Moch Soebroto, Magelang pada Sabtu 13 Oktober 2018 mendatang. 

“Kami harap teman-teman suporter bisa lebih dewasa, karena jika melakukan pelanggaran akan merugikan manajemen klub, dan pemain,” ujar Pujianto di Semarang, Jumat 12 Oktober 2018. 

Kendati demikian, jika terjadi pelanggaran karena ulah dari suporter, perangkat pertandingan bisa menghentikan pertandingan dan berujung penjatuhan sanksi. 

“Apabila ada nyanyian rasis saja, maka perangkat pertandingan berhak mengentikan. Kita sudah jauh-jauh hari berkomunikasi kepada teman-teman suporter, kita minta tidak melakukan tindakan anarkis dan tidak turun di lapangan seperti aremania kemarin,” sambungnya. 

Baca: Indonesia Masuk Nominasi Pengembangan Liga Terbaik Asia

Pujianto menambahkan, dirinya tidak meminta pihak keamanan menambah jumlah personel. Sebab, Barito Putera kemungkinan besar tidak akan membawa suporter dengan jumlah banyak. 

“Keamanan seperti biasa, sekitar 450 personel. Kesiapan tiket sekitar 8000-an dan semoga penggemar PSIS bisa memadati stadion,” terangnya. 

Sementara itu, General Manager PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto mengaku senang suporter dari Semarang sudah sadar diri jika melakukan kesalahan dan akan melakukan aksi donasi untuk membayar denda ke Komisi Disiplin PSSI. 

“Kita sosialisasi untuk denda akibat pelanggaran suporter di lapangan, suporter harus ikut menanggung. Selama ini sudah saling mengerti. Besok pada pertandingan katanya akan melakukan galang dana untuk membayar denda tersebut,” bebernya. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018

(ASM)